Anies soal Indeks Kerukunan Umat Beragama: Jangan Spekulatif

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 03:07 WIB
Anies soal Indeks Kerukunan Umat Beragama: Jangan Spekulatif Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum menanggapi lebih jauh mengenai Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jakarta yang dinilai rendah. Anies mengatakan akan membaca terlebih dahulu laporannya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak langsung berasumsi terkait pernyataan tersebut.

"Nanti saja, saya baca dulu laporannya. Jangan spekulatif," kata Anies di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/12).
Diketahui, Kementerian Agama mencatat skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) DKI Jakarta hanya 71,3, di bawah rata-rata nasional 73,83. Dengan angka itu Jakarta berada di urutan ke-27 dalam pemeringkatan Indeks KUB.


Hal itu tercatat dalam Indeks KUB Tahun 2019 yang diluncurkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag. Menurut Menteri Agama Fachrul Razi pemerintah perlu mengkaji penyebab rendahnya skor kerukunan di Jakarta.

"Jadi perhatian kita bersamalah. Saya punya konsep begini, kita mencoba menemukan apa sih yang sebenarnya kita jabarkan itu, kita breakdown-kan elemen-elemennya apa saja. Kita temukan DKI tuh yang rendahnya di bidang apa, nanti kita coba fokus ke sana," kata Fachrul saat ditemui seusai acara di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/12).

Selain DKI, Kemenag menyebut ada 17 provinsi lainnya yang memiliki skor Indeks KUB di bawah rata-rata. Mereka adalah Jawa Timur 73,7, Kalimantan Timur 73,6, Gorontalo 73,2, Kepulauan Bangka Belitung 73,1, dan Lampung 73,1.
Fachrul mengatakan indeks tahun ini menunjukkan perbaikan dalam kehidupan umat beragama. Namun masih ada ruang untuk perbaikan karena skor tahun ini masih kalah dengan tahun 2015 sebesar 75,36.

"Tadi saya singgung masalah ujaran kebencian acap kali jadi masalah besar karena bisa yang lain ikut-ikutan. Itu yang kita coba dengan imbau lah kalau yang sudah berlebihan kita bawa ke jalur hukum," ucap Fachrul saat ditanya masalah kerukunan umat beragama saat ini.

Indeks KUB adalah hasil survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag dalam dua periode, yaitu 16-19 Mei dan 18-24 Juni tahun 2019. Survei dilakukan terhadap 13.600 responden di 136 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sampel diambil secara acak berjenjang dengan batas kesalahan kurang lebih 4,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (ctr/rea)