Pakar Sebut @Digeeembok Ada yang Pelihara dan Pasok Data

CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 22:41 WIB
Pakar Sebut @Digeeembok Ada yang Pelihara dan Pasok Data Ilustrasi Twitter. (LOIC VENANCE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat intelijen dan keamanan negara Stanislus Riyanta menilai akun Twitter @digeeembok punya pasokan data dan dana yang mumpuni saat melakukan serangan terhadap petinggi PT Garuda Indonesia.

Stanislaus mengatakan tren akun anonim seperti @digeeembok sedang marak di dunia. Akun-akun seperti ini menjadi aktor dalam perang agitasi di era media sosial seperti saat ini.

"Ya dia punya resources, dia bisa berupa data, bisa berupa dana. Tapi dia pasti punya resources dan pasti ada yang memelihara. Isunya apa pasti dia dipasok," kata Stanislaus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/12).


Di era digital, kata Stanislaus, ada pihak-pihak yang memanfaatkan akun anonim untuk mengungkap fakta yang tertutupi. Tujuannya bukan menyediakan bukti, melainkan membentuk opini publik.

Informasi yang disampaikan bisa saja benar ataupun salah. Namun tujuan utama pihak pengguna "jasa" akun anonim adalah untuk menyamakan persepsi publik dengan tujuan mereka.

Ilustrasi Garuda Indonesia.Ilustrasi Garuda Indonesia. (ROMEO GACAD / AFP)
"Jadi perang sekarang bukan perang senjata, tapi pusprop; perang urat syaraf dan propaganda. Tren ke depan nanti orang akan menggerakkan massa hanya dengan pusprop seperti ini, menggerakkan massa dengan konten-konten di media sosial," ucapnya.

Dia menyebut banyak contoh agitasi lewat media sosial yang sukses menggerakkan massa. Selain kasus Garuda, Stanislaus juga menyebut gerakan massa pada kasus rasial di Papua beberapa waktu lalu.

Dalam kasus Garuda, Stanislaus menyebut ada sisi kebetulan agitasi yang disampaikan @digeeembok ini berkaitan dengan dugaan kejahatan yang merugikan publik. Sehingga respons netizen cenderung positif dan tidak mengganggu stabilitas.

Namun dia menyarankan pemerintah untuk beradaptasi dengan tren pusprop. Sebab jika tidak ada tindakan cepat pemerintah merespons proaganda di masa datang, stabilitas keamanan jadi taruhan.

"Karena ini (klarifikasi Pemerintah) tidak didapat oleh masyarakat, akhirnya informasi-informasi liar ini ditangkap, kayak kasus di Papua. Harusnya Negara segera mengambil alih dengan info yang benar, propaganda harus dilawan kontrapropaganda," ucap dia.

Sebelumnya, akun @digeeembok mengungkap banyak informasi terkait kebobrokan direksi PT Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Ari Akshara. Rangkaian cuitan dilontarkan ke Twitter berbarengan dengan kasus penyelundupan Harley Davidson lewat pesawat Garuda.

[Gambas:Video CNN]
Akun itu mengunggah informasi mulai dari skandal pengubahan rute Amsterdam-Jakarta, selingkuhan pejabat Garuda, hingga skandal prostitusi di perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.

Sejumlah tagar terkait skandal Garuda pun menjadi trending topic. Misalnya, #NetizenBersamaDigeeembok.

Pihak Garuda kemudian membawa cuitan @digeeembok ke jalur hukum. Vice President (VP) Cabin Crew Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa, melaporkan akun itu ke Polres Bandara Soekarno Hatta dengan pasal pencemaran nama baik.

Dalam sejumlah kicauannya, akun @Digeeembok mengaku hanya orang miskin yang memiliki ibu yang berjualan nasi uduk dan ayah yang sudah meninggal.

"Ayyy mah miskin. Gak mampu. Ibu ayyy aja cuma jualan nasi uduk," seloroh dia, dalam salah satu unggahannya.

(dhf/arh)