Serikat Karyawan Garuda Enggan Komentari Isu Eksploitasi

CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 18:14 WIB
Serikat Karyawan Garuda Enggan Komentari Isu Eksploitasi Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tomy Tampati (tengah) didampingi seluruh jajaran Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda (Ikagi) menggelar jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/12/19). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) memilih bungkam menyusul kabar tak sedap soal dugaan eksploitasi pramugari oleh oknum petinggi Garuda. Sekarga menyerahkan perkara ini pada proses hukum.

Ketua Harian Sekarga, Tommy Tampati mengatakan pihaknya memilih tak berani berkomentar atas kabar yang belum dapat dibuktikan.

"Kami tidak berani berkomentar. Saya kira itu perlu dibuktikan. (Jika terjadi) maka kita punya ruang untuk pelaporan baik di internal atau eksternal," kata Tommy dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/12).


Tommy menegaskan bahwa awak kabin Garuda bekerja sesuai SOP. Menurutnya, jika kabar tersebut terjadi maka yang bersangkutan telah keluar dari komitmen dan profesionalitas. Tommy mengklaim awak-awak kabin Garuda memiliki moral dan integritas yang tinggi.

"Siapa pun yang melakukan pelanggaran silakan diusut dan ditindak. Kami tidak akan membela juga," kata Tommy menegaskan.

Sekarga, lanjut dia, menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan eksploitasi terhadap pramugari kepada pihak berwenang.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta AKP Alexander Yurikho menyatakan pihaknya menerima laporan yang dibuat salah satu petinggi Garuda, Roni Eka Mirsa. Laporan dibuat karena Roni merasa difitnah oleh akun twitter @digeeembok.

Akun twitter @digeeembok diketahui membuat rangkaian cuitan terkait polemik di internal Garuda Indonesia.
[Gambas:Video CNN]

Dalam cuitannya, akun @digeeembok mencuitkan dugaan prostitusi pramugari yang menyeret petinggi, termasuk komisaris maskapai plat merah itu. Salah satu nama yang disebut adalah Roni Eka Mirsa yang saat ini menjabat sebagai Vice President Cabin Crew PT Garuda Indonesia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kabar dugaan eksploitasi terhadap pramugari Garuda Indonesia sudah bukan lagi urusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jokowi menyebut masalah itu menjadi urusan polisi.

"Itu bukan urusannya BUMN lagi. Udah seperti Itu urusannya polisi," kata Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Kamis (12/12).

Jokowi tak bicara lebih lanjut soal dugaan eksploitasi pramugari Garuda. Ia hanya kembali mengatakan masalah tersebut sudah bukan (ulf/ain)