Penumpang Terkena Serangan Jantung, Garuda Mendarat Darurat

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 00:22 WIB
Penumpang Terkena Serangan Jantung, Garuda Mendarat Darurat Ilustrasi Garuda Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Denpasar-Perth (GA 728) melakukan pengalihan pendaratan di Bandara Karratha, Australia, Minggu (15/09). Hal itu terjadi setelah salah satu penumpangnya mengalami serangan jantung dalam penerbangan.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan pesawat itu berangkat sesuai jadwal pada pukul 19.30 LT. Setelah pesawat lepas landas, awak pesawat mendapati salah satu penumpang wanita (63) yang di kursi 32 H mengalami gejala sesak nafas.

"Melihat kondisi penumpang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pilot in command (PIC) Captain Shahzam Nizam Rassat, sesuai SOP, kemudian memutuskan untuk melakukan pengalihan pendaratan di Bandara Karratha untuk memastikan penumpang mendapatkan penanganan lebih lanjut," ucapnya, dalam keterangan tertulis, Senin (16/9).


Setibanya di Bandara Karratha, tim ground handling bandara setempat berkoordinasi dengan awak pesawat Garuda Indonesia langsung membawa penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat.

Adapun kondisi penumpang tersebut saat ini berangsur membaik. Senin (16/9), penumpang tersebut akan berangkat menuju Perth pada pukul 15.00 LT dengan didampingi oleh flying doctor untuk selanjutnya mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit di Perth.

"Yang dilakukan oleh awak pesawat dalam proses penanganan penumpang yang sakit telah sesuai dengan tata laksana pertolongan pertama penumpang pesawat termasuk mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat," tutup Ikhsan.

Lebih lanjut, penerbangan Garuda Indonesia Rute Denpasar - Perth (GA 728) kembali melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Perth pada pukul 01.06 LT dan tiba pada pukul 01.25 LT.

[Gambas:Video CNN] (arh/gil)