Pembunuhan Hakim PN Medan, Polisi Telah Periksa 29 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 14:34 WIB
Kepolisian masih belum bisa menemukan titik terang terkait kematian Hakim PN Medan di Jamaluddin meski telah memeriksa puluhan orang sebagai saksi. Polri telah memeriksa 29 orang terkait kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin (dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyatakan telah ada 29 orang yang diperiksa terkait kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Sampai dengan hari ini masih dalam penyelidikan yang terus berlanjut, 29 saksi sudah diperiksa, sekarang masih terus dilakukan pendalaman-pendalaman," kata Asep di STIK Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (13/12).

Asep merinci dari 29 saksi tersebut, semuanya merupakan pihak yang berkaitan langsung dengan korban. Mulai dari teman, keluarga, hingga rekan kerja ikut diperiksa polisi.


Lebih lanjut, Asep menyatakan pihaknya masih mendalami kasus Jamaluddin yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut.

"Seluruhnya, teman-teman almarhum, keluarga juga, kolega kerjanya begitu, dan saksi-saksi yang pertama kali melihat dan mengetahui terhadap peristiwa itu," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah peristiwa dugaan pembunuhan itu dilakukan oleh orang terdekat korban.

Asep menyatakan kepolisian mengkaji dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengetahui lebih jauh untuk mengungkap aktor dibalik peristiwa tersebut.

"Jadi kita tidak bisa serta merta bisa menyimpulkan ada fakta hukum yang memang menyimpulkan akan adanya sebuah petunjuk yang jelas terhadap peristiwa itu," tambahnya.

Jamaluddin (55) ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Prado Warna Hitam BK 77 HD. Mobil itu ditemukan berada di jurang tepatnya di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11).

Saat ditemukan, mobil itu berada di jurang. Kondisi mobil kandas di pohon sawit. Selain itu jenazah korban berada belakang bangku supir tepatnya di bawah tempat duduk. Korban saat ditemukan mengenakan pakaian olahraga hijau yang bertulisan PN Medan.
(rzr/bmw)