Jadi Wantimpres, Mardiono Sudah Nonaktif dari PPP

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 14/12/2019 18:54 WIB
Jadi Wantimpres, Mardiono Sudah Nonaktif dari PPP Mardiono dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Wasekjen PPP) Achmad Baidowi mengatakan bahwa Mardiono telah nonaktif dari jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum) di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Mardiono ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mewakili kalangan pengusaha dan tidak terkait PPP.

"Sehingga clear di sini bahwa beliau tidak membawa baju partai di Wantimpres," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu kepada wartawan di sela-sela Mukernas V PPP, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Sabtu (14/12).


Dia pun menegaskan bahwa langkah nonaktif itu sesuai dengan aturan perundang-undangan, bahwa seorang anggota Wantimpres tidak boleh menjabat kepengurusan partai politik.

"Jadi secara perundang-undangan sah, dan beliau ya memang, termasuk Ketua Desk Pilkada sudah nonaktif sudah mundur jauh-jauh hari," ujar dia.

Sebelumnya, Jokowi melantik secara resmi sembilan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12) siang.

Pelantikan sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024 ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan dalam Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Sembilan orang yang diangkat menjadi anggota Wantimpres antara lain, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono.

Kemudian Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi.

Selain itu Poltikus senior PPP Mardiono, pendiri Medco Group Arifin Panigoro, serta mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo alias Pakde Karwo. (mts/vws)