Survei: Gibran Kalah Populer dari Achmad Purnomo di Solo

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 13:30 WIB
Survei: Gibran Kalah Populer dari Achmad Purnomo di Solo Lembaga survei Median menyebut tingkat keterkenalan atau popularitas putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, masih kalah populer dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo di kalangan warga Solo. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Median menyebut tingkat keterkenalan atau popularitas putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, masih kalah populer dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo di kalangan warga Solo. Simpulan itu diketahui dari hasil survei yang dilakukan Median pada 3-9 Desember 2019.

Direktur Utama Median Rico Marbun mengatakan ada delapan belas nama yang muncul dalam survei. Namun hanya dua nama yang popularitasnya di atas rata-rata, yaitu Gibran dam Purnomo.

"Hanya ada dua nama popularitas di atas yang lain. Achmad Purnomo 94,5 persen dan kedua Gibran 82,3 persen, sisanya semua di bawah 50 persen," kata Rico dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Senin (16/12).

Nama lainnya yang muncul dalam survei popularitas di antaranya adalah Ketua DPRD Solo Teguh Prakosa, peraih suara terbanyak Pemilu 2019 Dinar Retna Indrasari, dan cucu Presiden RI pertama Sukarno, Paundrakarna Sukmaputra.


Kemudian dalam segi elektabilitas atau keterpilihan, Gibran juga masih kalah dari Purnomo. Achmad Purnomo yang masih mengantongi dukungan dari DPC PDIP Solo meraih 45 persen elektabilitas. Sementara putra Jokowi hanya mendapat 24,5 persen.

"Dua orang saja sementara ini, yaitu petahana dengan elektabilitas 45 persen. Kemudian Gibran sementara tokoh-tokoh lainnya sampai saat ini belum cukup signifikan," ujarnya.

Dari survei yang dilakukan, kata Rico, warga Solo pemilih Purnomo beralasan sang petahana berpengalaman, merakyat, dan belum ada calon lain. Sementara pemilih Gibran beralasan dia muda, pengusaha kreatif, dan anak Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Meski Gibran masih tertinggal, Marco menilai masih ada kemungkinan hasil saat ini dibalikkan. Sebab Pilkada Serentak 2020 belum dimulai.

"Masih sangat mungkin berubah karena waktu pilkada masih sembilan bulan lagi," tuturnya.

Median menggelar survei tersebut pada 3-9 Desember 2019 terhadap 800 responden yang merupakan warga Solo pemilik hak pilih. Survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


(dhf/gil)