Komandan Pleton Bidang Operasional Pemadaman dan Penyelamatan Kota Depok Merdy Setiawan mengaku dalam sehari bisa menerima tiga laporan warga yang menemukan ular kobra di lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya nyali tidak ciut saat berhadapan dengan salah satu ular paling mematikan itu, Merdy mengaku itu dilakukan lebih karena tanggung jawab. Hal itu membuatnya mulai terbiasa dengan kobra.
Warga menangkap ular sendok jawa atau kobra jawa di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/12). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi) |
"Awal-awal ya pasti takut. Tapi setelah belajar dan suka sharing sama komunitas reptil jadi lebih terbiasa," katanya.
Dia menyebut beberapa jenis ular berbisa memang punya habitat di Pulau Jawa. Maka tak heran temuan ular kobra di musim hujan kerap terjadi.
Dalam penanganan temuan ular berbisa, Merdy, yang sudah tujuh tahun menjadi petugas damkar di Kota Depok, menyebut damkar biasanya menerjunkan lima petugas. Dia menekankan soal kewaspadaan dalam melakukan evakuasi meski sudah terbiasa dengan reptil itu.
"Terbiasa tapi tetap waspada. Tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) dan snake stick," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
Setelah dilakukan evakuasi, ular-ular itu biasanya ia berikan ke sejumlah komunitas reptil.
"Enggak ada waktu buat ngurus ular," ujar bapak dua anak itu sambil tersenyum.
Merdy meminta agar warga terus waspada di tengah maraknya temuan ular di beberapa wilayah di Kota Depok. Pria 42 tahun itu juga menyarankan agar warga menghindari area-area yang rawan didiami ular kobra, seperti area lembab di sekitar rumah.
Bila ada temuan, Merdy berharap agar warga segera melapor ke petugas damkar dan disarankan untuk tidak menanganinya sendiri.
Sejauh ini, upaya Merdy saat mengevakuasi temuan ular kobra tak sampai berakibat fatal atau dipatuk.
Petugas damkar tengah mengevakuasi ular kobra dari SMP IT Tunas Bangsa Insan Mandiri, Depok, belum lama ini. (CNN Indonesia/Thohirin) |
Sebelumnya, temuan ular kobra di dekat pemukiman warga terjadi di sejumlah wilayah. Misalnya, Depok, Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Selatan.
Ahli Hepertologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy menyebut musim hujan menjadi momentum yang tepat bagi telur kobra menetas.
Setelah menetas, kata dia, anak ular kobra biasanya berpencar atau berpisah dengan induknya. Sehingga, fenomena penemuan ular kobra sampai masuk ke rumah warga di musim hujan adalah wajar.
(thr/arh)
Warga menangkap ular sendok jawa atau kobra jawa di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/12). (
Petugas damkar tengah mengevakuasi ular kobra dari SMP IT Tunas Bangsa Insan Mandiri, Depok, belum lama ini. (