Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakut Aktifkan Posko Siaga Banjir

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 05:59 WIB
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakut Aktifkan Posko Siaga Banjir Ilustrasi banjir di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Jakarta Utara telah mengaktifkan seluruh posko siaga banjir di sejumlah wilayah. Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan posko siaga banjir ini sebagai bentuk antisipasi memasuki musim hujan.

"Semua posko siaga dari level kelurahan, kecamatan hingga kota sudah mulai diaktifkan," kata Sigit dihubungi di Jakarta, Minggu (3/11) dikutip dari Antara.

Sigit menjelaskan pihaknya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk mengantisipasi genangan maupun banjir di musim penghujan.


"Semua pemangku kepentingan sudah paham dengan tupoksi masing-masing," ujar Sigit.


Menurut Sigit, jaringan komunikasi juga telah dibangun oleh semua pihak sebagai antisipasi jika nanti terjadi genangan atau banjir.

"Misalnya dimana penempatan lokasi pengungsian hingga dapur umum," kata Sigit.

Sigit menambahkan potensi genangan air lebih besar dari pada banjir di Jakarta Utara. Hal itu disebabkan masih ditemukan tali-tali air yang tersumbat seperti di Kawasan Kelapa Gading.

"Kami sudah antisipasi karena di wilayah itu ada proyek infrastruktur yang mungkin ada tali air yang terganggu," jelas Sigit.

[Gambas:Video CNN]
Sigit menegaskan pihaknya tidak bekerja sendiri, tetapi mengerahkan semua potensi masyarakat melalui kerja bakti dan gotong royong. Sehingga tidak ada kendala saluran air yang mampet saat musim hujan.

"Sejauh ini inspeksi untuk kesiapan pompa juga dapat berfungsi dengan optimal," kata Sigit.


Warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja bersama petugas gabungan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Jakarta Utara juga sudah membersihkan gorong-gorong untuk memperlancar aliran air.

"Kami bergotong royong mengangkut lumpur di saluran air penghubung (PHB) RW 03-04," Kata Lurah Lagoa, Muhamad Mujakir.

Kegiatan pengangkutan lumpur itu dilaksanakan hingga sepekan. Warga dan petugas akan mengangkut lumpur di saluran air PHB Lagoa sepanjang 1,2 kilometer. (Antara/osc)