Aku & Jakarta

Awal Mula Impian Tubuh Ideal Ajil

Aulia Bintang Pratama & Hamka Winovan, CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 19:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Cerita Ajil terjun ke dunia personal trainer diawali pada 2012 di mana saat itu dia hanya seorang pria yang minder lantaran memiliki postur tubuh yang kurus dan dia anggap tidak ideal.

Postur tubuh yang kurus, kata Ajil, bukan hanya membuat dia merasa minder tapi juga mengganggu ketahanan tubuhnya. Ajil mengaku sering sakit-sakitan selama memiliki tubuh yang kurus.

Dia pun mencoba berbagai cara demi mendapatkan tubuh yang ideal, mulai dari berolahraga di gym hingga rutin berlari di kawasan Gelora Bung Karno.

Saat memutuskan untuk mengikuti kegiatan bersama komunitas yang sering berolahraga di GBK, Ajil akhirnya berhasil mendapatkan bentuk tubuh yang selama ini dia idam-idamkan hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

Mendapatkan tubuh ideal ternyata tidak membuat Ajil berhenti berolahraga, menurut dia apa yang selama ini dia dapat harus dia bagikan ke orang lain yang mungkin memiliki tujuan yang sama dengan dia.

Akhirnya pada 2015 Ajil memutuskan untuk menjadi seorang personal trainer.

Saat itu dia masih melakukan double job, pekerjaan utama sebagai pegawai kantoran dan personal trainer sambil berolahraga dilakukan di waktu senggang.

Merasa profesi sebagai personal trainer sesuai dengan hobinya selama ini, pada akhir 2015 Ajil memilih mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja dan fokus untuk menjadi seorang personal trainer.

Tak ada keraguan yang muncul dari diri Ajil saat dia memutuskan untuk benar-benar fokus di dunia olahraga.

Masalah keuangan pun dia anggap tidak jadi persoalan karena saat dia serius menekuni dunia olahraga dan personal trainer, maka orang-orang akan meminta bantuan kepada dia dan itu akhirnya pundi uang akan datang dengan sendirinya.

Bagi Ajil, profesi sebagai personal trainer bukan hanya soal menjalankan hobi tapi juga soal bagaimana dia menghormati orang-orang yang dulu membuat dia bisa ada di posisi sekarang dan itu membuat dia selalu bersyukur dan tak ada penyesalan telah memilih profesi yang dia jalani saat ini.