Pernyataan itu ia sampaikan dalam sambutannya di hadapan para perwakilan ASN Kota Depok dalam acara Refleksi dan Evaluasi Pengawasan Pemilu yang digelar di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Kamis (19/12).
"Jadi saya minta ASN harus benar-benar netral. Tidak boleh ikut-ikutan. Karena satu hal, sanksinya juga berat buat mereka," kata Luli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kini pihaknya juga tengah menyiapkan tim khusus bernama cyber patrol untuk memantau aktivitas ASN Depok di media sosial sebagai upaya pencegahan.
"Adakah di situ ada ujaran kebencian. Adakah di situ ASN melakukan like- dislike kepada salah satu paslon atau mungkin mengampanyekan. Itu akan kami pantau," ujar Luli.
Meski begitu, Luli sejauh ini merasa senang karena Bawaslu Kota Depok belum mendapati ASN yang terbukti melakukan pelanggaran netralitas dalam pemilu sebelumnya seperti pemilihan presiden (pilpres) atau pemilihan legislatif (pileg).
Dalam tiga hari terakhir, sejak Selasa (16/12) lalu, Bawaslu Kota Depok memang tengah melakukan sosialisasi dan evaluasi tentang kinerja pengawasan jelang Pilkada Kota Depok 2020 mendatang. Acara ini dihadiri sejumlah pihak dari berbagai kalangan, seperti organisasi masyarakat (ormas), mahasiswa, akademisi, dan ASN (thr/ain)