KPU Cirebon Kaji Kemungkinan Fasilitasi Pemilihan Ketua OSIS

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 01:42 WIB
KPU Cirebon Kaji Kemungkinan Fasilitasi Pemilihan Ketua OSIS Ilustrasi pemilihan ketua OSIS tingkat SMA dengan mekanisme ala KPU (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon tengah mengkaji kemungkinan untuk menyelenggarakan pemilihan Ketua OSIS tingkat SMA.

Gagasan muncul tatkala menggelar gathering dengan media. Saat itu muncul pertanyaan terkait kegiatan KPU pascapemilihan umum selesai digelar.

"Nah kemudian (muncul) gagasan antara lain (pemilihan ketua OSIS SMA) kita akan menggagas kegiatan tersebut," kata Ketua KPU Kabupaten Cirebon Sopidi saat dihubungi, Jumat (20/12).


Meski begitu, dia belum bisa memastikan apakah gagasan tersebut bisa benar-benar dilaksanakan 2020 mendatang. KPU Kabupaten Cirebon masih melakukan pembahasan internal terkait penyelenggaraan Pemilihan Ketua OSIS yang dibantu oleh KPU.

Lagi pula, terkait penyelenggaraan kegiatan itu pun perlu ada kerjasama dengan berbagai lembaga terkait. Tentunya, kata dia, banyak tahapan dan perjanjian serta pembahasan yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kegiatan ini benar-benar bisa dilaksanakan.

"Menggagas yah, nanti bentuknya seperti apa, kemudian mekanismenya seperti apa, soal budgeting-nya seperti apa, pihak mana saja, seperti apa, itu nanti akan dibicarakan secara internal kelembagaan," kata Sopidi.

"Itu baru rencana. Rencana strategis lah kita. Pengembangan di luar tahapan Dan yang pasti itu akan berkaitan dengan lembaga-lembaga khususnya dengan daerah, SKPD, berkaitan langsung dengan peserta pemilos itu," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
"Itu nanti akan dibicarakan dengan berbagai pihak khususnya secara hierarki ya dengan KPU provinsi, dan seterusnya," jelas dia.

Sementara itu, Komisioner KPU Pusat, Ilham Saputra menyebut pihaknya memang telah mengetahui soal rencana pemilihan Ketua OSIS yang bekerjasama dengan KPU Kabupaten Cirebon. Menurut dia, KPU setempat pihaknya hanya memfasilitasi, bukan menjadi pihak penyelenggara.

"Aturan mainnya ya biasanya sudah diatur oleh pihak sekolah atau dimintakan kita membantu menuliskan aturannya," kata Ilham saat dihubungi melalui pesan singkat.
(tst/bmw)