MUI Jatim Jamin Tak Ada Sweeping Ormas Jelang Natal

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 02:38 WIB
MUI Jatim menjamin tak ada aksi sweeping atribut natal oleh ormas jelang natal, namun meminta muslim untuk tidak ikut mengucapkan selamat natal. Ilustrasi Hiasan Natal. (wokandapix/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) memastikan tak akan ada kelompok atau organisasi masyarakat tertentu yang melakukan sweeping jelang Natal. Kendati demikian MUI juga mengingatkan agar Muslim tetap menjaga akidahnya.

Sekretaris MUI Jatim Mochamad Yunus mengatakan, kepastian soal tak adanya sweeping itu didapatnya usai pihaknya melakukan koordinasi dengan 78 ormas Islam, yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim.

"Saya kira kalau misalnya memaknai toleransi itu secara benar, maka tidak mungkin ada sweeping-sweeping itu. Toleransi itu adalah saling menghormati dan saling setuju terhadap perbedaan beragama," kata Yunus, ditemui di kantornya, Surabaya, Jumat (20/12).


Kendati demikian, Yunus tetap mengimbau agar umat Muslim untuk tak menggunakan atribut atau aksesoris bernuansa Natal.
"Kalau toleransi itu dipahami secara baik maka tidak boleh ada orang Muslim dipaksakan menggunakan atribut keagaaman non-muslim. Kalau kami melihat anak berjilbab terus pakai topi (santa) itu bukan atas nama toleransi," katanya.

Tak hanya itu, Yunus juga meminta Muslim untuk tak mengucapkan selamat Natal terhadap orang yang merayakannya. Menurutnya hal itu berkaitan kuat dengan akidah dan kepercayaan agama masing-masing.

Bagi Yunus, toleransi artinya sepakat dan menghargai ajaran masing-masing agama. Ia pun tak setuju jika ada orang yang menolak menggunakan atribut dan mengucapkan selamat Natal, disebut sebagai sesuatu intoleran.
[Gambas:Video CNN]
"Toleransi itu sepakat dan setuju di dalam masing-masing agama, sehingga ketika orang tidak mengucapkan selamat hari Natal, menggunakan menggunakan atribut perayaan mereka itu jangan disebut intoleran," katanya.

Di dalam Islam, kata dia, ucapan hari besar sama halnya akidah yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap ajaran agama tertentu. Dan jika umat Islam mengucapkan hal itu, maka ia khawatir akidah orang tersebut akan menjadi rusak.

"Jadi mengenai ucapan Natal karena ini masuk wilayah akidah, ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu, ini berpotensi merusak akidah kita," ujarnya. (frd/ain)