Budiman Nilai Beban Gibran Bukan Popularitas, Tapi Moral

CNN Indonesia | Minggu, 22/12/2019 06:15 WIB
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menilai anak Jokowi Gibran Rakabuming dan menantu, Bobby Nasution, punya beban moral yang berat; menang tak hebat, kalah malu. Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menyebut Gibran dan Bobby punya beban psikologis berat dengan maju di pilkada. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI-Perjuangan Budiman Sudjatmiko menilai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming dan menantunya Bobby Nasution memiliki beban moral yang berat saat maju di pilkada.

"Beban berat dia, menang enggak dianggap hebat, kalau kalah memalukan," ujar Budiman saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12) malam, dikutip dari Antara.

"Saya enggak tahu karena saya bukan anak seorang tokoh, tapi saya belum tentu sanggup seperti dia menanggung beban [moral] itu. Tapi kalau menurut saya, dia harus keluar dari bayang-bayang bapaknya (Jokowi) dan sanggup tidak mengalami beban kemenangannya sendiri," tuturnya.


Menurut dia, Gibran harus mematahkan tantangan itu. Karena pekerjaan terbesar dia bukan memenangkan pertarungan kepala daerah, tapi persoalan beban psikologis tadi. Bagi Budiman, memenangkan pertarungan itu soal relatif lebih mudah bagi Gibran.

"Seorang seperti Gibran mudah memenangkan pertarungan itu. Dia boleh lah, dia cukup populer. Sebagai pendatang baru dia populer lah ya," ujar Budiman, yang merupakan mantan Anggota Komisi II DPR ini.

[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan kemenangan Gibran juga akan tergantung Dewan Pimpinan Pusat PDI-P memutuskan bagaimana strateginya.

"Saya tidak tahu apakah dia punya ide-ide tertentu atau kita (PDI-P) juga memikirkan itu," ujar Budiman.

Begitu pula dengan Bobby yang hendak mencalonkan diri di Pilkada Medan. Budiman menyebut bebannya kurang lebih sama dengan Gibran. Karena itu, lanjutnya, diperlukan suatu strategi luar biasa cerdas untuk membuktikan diri lepas dari bayang-bayang Jokowi.

Soal tudingan dinasti politik, Budiman mengatakan secara prosedural pencalonan Gibran dan Bobby tidak melanggar hukum. Terlebih, katanya, setiap warga negara punya hak mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

"Anaknya Soeharto saja boleh kok ikut pemilu. Ya kan? Itu hak, ya. Hak dia enggak boleh dilarang," kata Ketua Inovator 4.0 itu.

Sebelumnya, berdasarkan survei pada 3-9 Desember 2019, lembaga survei Median menyebut tingkat popularitas Gibran masih kalah populer dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Achmad diketahui memiliki popularitas teratas dengan 94,5 persen, dan Gibran di tempat kedua dengan 82,3 persen.

(Antara/arh)