Gagal Syarat Internal, Nasib Gibran Andalkan Restu Megawati

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 15:54 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP mempunyai kebijakan mengusung kader melalui pemetaan politik, membuka peluang untuk Gibran di Solo. Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming mendaftar bakal calon Wali Kota Solo melalui PDIP. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, nasib Gibran Rakabuming Raka yang maju dalam pemilihan wali kota Solo bergantung pada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

Pencalonan Gibran sebelumnya menuai kritik lantaran dalam aturan internal PDIP, terdapat syarat minimal tiga tahun sebagai kader untuk maju sebagai kepala daerah. Sementara putra sulung Presiden Joko Widodo itu diketahui baru mendaftar sebagai kader PDIP pada September lalu.

"Ibu ketua umum, ibu Megawati Sukarnoputri, memiliki hak dalam menetapkan pimpinan daerah yang diusung sebagai calon kepala daerah karena berkaitan dengan agenda strategis partai," ujar Hasto di gedung DPP PDIP, Jakarta, Senin (23/12).


Hasto mengatakan, dalam proses pencalonan kepala daerah, PDIP memang melakukan dua cara yakni penjaringan internal maupun pemetaan politik. Untuk syarat minimal tiga tahun sebagai kader diakui Hasto merupakan upaya penjaringan internal kader. Sementara untuk mengusung siapa yang maju harus melihat pemetaan politik.
Gagal di Syarat Internal, Nasib Gibran Tergantung MegawatiSekjen PDIP. Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/ Safir Makki)

"Jadi kita juga harus melihat apa yang menjadi harapan rakyat, melihat peta politik, melihat bagaimana ke depan," katanya.

Menurut Hasto, cara ini menjadi komitmen PDIP dalam menyiapkan pemimpin muda. Selain itu, cara ini pula yang dilakukan PDIP terhadap Jokowi.

"Karena itu peraturan harus dilihat secara komprehensif. Di luar itu, demokrasi yang dianut PDIP adalah demokrasi perjuangan, demokrasi pancasila, demokrasi yang dipimpin oleh ideologi," ucapnya.
Setidaknya sudah ada 4 parpol yang berkeinginan untuk mendukung Gibran di Pilwalkot Solo. Mereka di antaranya PPP, Nasdem, PKS dan PKB. Gibran sendiri terbilang baru mendaftar sebagai bakal calon wali kota Solo. Dia langsung mendaftar di DPD PDIP Jawa Tengah lantaran proses pendaftaran di DPC PDIP Solo telah ditutup.

Langkah Gibran maju dalam pencalonan mendapat penolakan dari sejumlah elite PDIP di Solo.

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo alias Rudy bersikap tetap mengusung Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Di sisi lain, sikap DPP PDIP sampai saat ini masih terbuka terhadap pencalonan Gibran. (psp/ain)