BNPB Catat 3.899 Jiwa Terdampak Banjir Bandang di Wasior

CNN Indonesia | Selasa, 24/12/2019 11:43 WIB
BNPB menyebut banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, diakibatkan luapan Sungai Anggris karena intensitas hujan yang tinggi. Ilustrasi banjir bandang. 9ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 3.899 jiwa terdampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Senin malam (23/12).

Selain korban terdampak, BNPB juga mencatat 25 unit hunian terendam, satu unit toko rusak berat, enam unit kios rusak ringan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan banjir bandang terjadi Senin (23/12) malam.


"Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta luapan Sungai Anggris yang terletak di area pemukiman masyarakat," kata Agus dalam keterangannya, Selasa (24/12).

Sampai saat ini BPBD Kabupaten Teluk Wondama masih berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua Barat untuk melakukan pendataan dan evakuasi korban terdampak banjir.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Manokwari, George Leo Mercy Randang mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima ada laporan korban jiwa atas bencana ini.

"Belum ada laporan terkait adanya korban, saat ini Tim kami sedang di lapangan membantu warga melakukan evakuasi," ucap Leo, dikutip dari Antara.

[Gambas:Video CNN]
Leo mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.30 WIT saat Sungai Anggris meluap akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut.

Ia menyebutkan, demi menghindari hal buruk yang tak diinginkan, untuk sementara sebagian masyarakat diungsikan ke Kapal Taqbot yang berlabuh di Pelabuhan Wasior.

Teluk Wondama, terutama Wasior memiliki pengalaman buruk terkait musibah banjir. Pada Oktober 2010 silam wilayah tersebut porak poranda akibat banjir bandang.

Saat itu banjir mengakibatkan ratusan korban tewas serta kerugian materil yang tidak sedikit. (kha/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK