Saat Caknurian dan Gusdurian Ikut Bahagia di Natal Katedral

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 13:35 WIB
Sejumlah komunitas Islam hadir dalam perayaan Natal 2019 di Katedral, Jakarta Pusat hari ini Rabu (25/12). Sejumlah komunitas Islam hadir dalam perayaan Natal 2019 di Katedral, Jakarta Pusat hari ini Rabu (25/12). (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah komunitas Islam hadir dalam perayaan Natal 2019 di Katedral, Jakarta Pusat hari ini Rabu (25/12). Bahkan di luar gerbang Katedral tampak komunitas yang mendampingi misa natal sembari membentangkan spanduk.

Mereka sebagian adalah Gusdurian, Caknurian dan Cahaya Guru. Selain itu ada pula Komunitas Muslim Bhinneka Tunggal Ika. 

Pantauan CNNIndonesia.com, ada empat orang perwakilan komunitas dan mereka membentangkan spanduk pada sisi kiri pintu masuk Katedral. Dua di antara mereka tampak mengenakan peci, dan satu lainnya menggunakan selendang sebagai penutup kepala.



Komunitas yang membawa spanduk itu tergabung dalam Komunitas Muslim Bhinneka Tunggal Ika. Spanduk itu bertuliskan ucapan perayaan natal kepada seluruh umat kristen di Indonesia.

"Ini kami lakukan untuk membuktikan bila agama buat perekat, bukan sebagai diskriminasi," kata salah seorang anggota komunitas itu Wibowo.

Wibowo mengatakan tadinya ia dan rekan-rekannya ingin menyambangi tiga gereja di Jakarta. Namun karena hujan, hanya Katedral yang disambangi.

"Kami sampai jam 12 masih ingin di sini sembari membentangkan spanduk ini," ucap Wibowo.

Tidak hanya itu komunitas lain juga tampak menyambangi misa natal di Katedral. Komunitas tersebut antaranya Caknurian, Gusdurian, serta Cahaya Guru.

[Gambas:Video CNN]

Kebahagiaan Umat


Perwakilan komunitas yang diwakili Yudi Latief pun sempat memberi sambutan di mimbar Katedral usai misa siang. Yudi dikenal sebelumnya sebagai Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Yudi menegaskan kedatangan komunitas muslim tidak lain dengan tujuan membangun silaturahmi antarumat. Ia menyampaikan jika umat Katolik bahagia dalam merayakan natal, hal yang sama juga akan dirasakan umat lain.

"Kami datang untuk menguatkan silaturahmi. Karena kami percaya kalau umat Katolik bahagia, itu akan menyebar ke umat lain," kata Yudi.


"Momen kudus ini juga diharapkan semua masyarakat dapat bebas beragama dan berbahagia," ungkapnya. "Jadi sekali lagi selamat natal dan tahun baru." (ryh/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK