"Kami kawal pembangunan kilang-kilang. Jangan sampai ada mafia minyak yang bermain," kata dia, di kantornya, Jakarta, Kamis (26/12) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, saat ini terdapat lima proyek kilang pengembangan dan dua proyek kilang baru. Yakni di Cilacap (Jawa Tengah), Balongan (Jawa Barat), Dumai (Riau), Balikpapan (Kalimantan Timur), Plaju (Sumatera Selatan). Kilang minyak baru akan dibangun di Bontang (Kaltim) dan Tuban (Jawa Timur).
Dengan proyek kilang ini, kapasitas pengolahan minyak diperkirakan akan meningkat 150 persen.
Selain mengawal pembangunan kilang, Listyo juga akan mengawal pembangunan sarana produksi energi terbarukan dan akan menertibkan para penampung minyak dari sumur-sumur ilegal yang seharusnya dikelola oleh Pertamina.
"Banyak [sumur minyak] yang digali, kemudian ditampung oleh penampung ilegal untuk dijual bebas. Itu harus ditertibkan," katanya.
"Pertamina menyanggupi untuk membuatkan semacam koperasi sehingga masyarakat diajari cara mengebor yang benar. Mereka (warga) akan menampung, lalu dibeli Pertamina. Menggeser dari ilegal menjadi legal tanpa mematikan (usaha) masyarakat," tutup dia.
(antara/arh)