"Biasanya kerawanan pemilu tinggi pada generasi muda. Namun, setelah dilakukan sosialisasi tingkat kerawanan itu berkurang," kata dia, di Pariaman, Kamis (26/12) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar pada 2020.
[Gambas:Video CNN]
Pihaknya pun, kata dia saat ini juga memanfaatkan generasi muda untuk menyosialisasikan terkait pengawasan Pemilu melalui media sosial.
"Kita mengetahui bahwa generasi muda aktif di media sosial sehingga sosialisasi di masyarakat lebih baik lagi," ujarnya.
Sekretaris Bawaslu Pariaman Riki Valentino mengatakan sosialisasi terkait pengawasan Pemilu sering dilakukan pihaknya namun saat ini lebih fokus untuk refleksi pengasawasn sebelumnya guna menghadapi Pilkada Sumbar pada 2020.
"Untuk mempersiapkan pengawasan tersebut tentu perlu ada masukan dari sejumlah pihak," kata dia.
Diketahui, hasil rekapitulasi Pilpres 2019 di Pariaman menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang kerap melontarkan jargon 'emak-emak' pada masa kampanye, meraup kemenangan telak atas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan 193.889 suara atau 90,6 persen.
(antara/arh)