Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan pihaknya dan Kemenkeu awalnya menyepakati tingkat imbalan pembiayaan kredit atau pricing pembiayaan sebesar 2 persen. Namun setelah penandatanganan nota kesepahaman, Kemenkeu menentukan pricing pembiayaan 8 persen.
Helmy juga menyampaikan pricing pembiayaan yang diberikan Kemenkeu lebih tinggi dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR hanya mematok pricing pembiayaan di angka 6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengaku akan mencoba mengakomodasi usulan PBNU soal kredit murah meski tetap menggarisbawahi itu bukan hibah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dengan demikian tim yang telah dibentuk oleh LPNU pun tidak dapat melakukan monev, monitoring dan evaluasi, ataupun upaya peningkatan kapasitas, capacity building, yang sejak awal sesungguhnya sudah dirancang guna menumbuhkan dan menggairahkan para pelaku ekonomi mikro," Helmi menyampaikan.
Dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Said mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima sepeser pun dari nilai yang dijanjikan tersebut.
"Pernah kita MoU dengan Menteri Sri Mulyani akan gelontorkan kredit murah Rp1,5 triliun. Sampai hari ini satu peser pun belum terlaksana," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Kemenkeu membantah pernyataan Said tersebut. Juru Bicara Kemenkeu Nufransa Wira Sakti menyampaikan Pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp211 miliar untuk lima koperasi yang berafiliasi dan diusulkan oleh NU.
Menurutnya, ada lima koperasi yang mendapat kucuran dana tersebut. Mereka adalah KSPPS BMT UGT Sidogiri di Pasuruan sebesar Rp50 miliar, KSPPS BMT Nusa Umat Sejahtera di Semarang sebesar Rp 100 miliar, KSSPS BMT El Anugrah Sejahtera di Langkat sebesar Rp8 miliar, KSPPS BMT Nuansa Umat Jatim di Sumenep sebesar Rp50 miliar, dan KSPPS BMT Ummat Sejahtera Abadi di Jepara sebesar Rp3 miliar.
(dhf/arh)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengaku akan mencoba mengakomodasi usulan PBNU soal kredit murah meski tetap menggarisbawahi itu bukan hibah. (