Gambar Rizieq dan Bendera Turkistan Timur di Aksi Uighur

CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 15:55 WIB
Massa aksi bela Uighur yang berunjuk rasa di depan Kedubes China untuk Indonesia membawa beragam bendera, termasuk Rizieq Shihab dan Turkistan Timur. Massa aksi bela Uighur yang berunjuk rasa di depan Kedubes China untuk Indonesia membawa beragam bendera, termasuk Rizieq Shihab dan Turkistan Timur. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa aksi bela Uighur yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar China untuk Indonesia membawa beragam bendera, Jakarta, Jumat (27/12).

Beberapa di antaranya bendera yang melukiskan wajah imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Bendera Turkistan Timur.


Bendera Rizieq dan Turkistan Timur Berkibar di Aksi UighurMassa Aksi Bela Uighur di depan Kedubes China membenta(CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Wajah Rizieq dengan serban hijau terpampang di bendera berwarna dasar putih itu. Bendera berukuran sekitar dua meter itu disandingkan dengan bendera Merah Putih di atasnya.


Selain itu, ada pula puluhan bendera dengan kalimat tauhid berwarna putih dan hitam. Bendera-bendera yang lekat dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia itu dikibarkan puluhan orang di depan gerbang kedutaan.

Selain bendera Turkistan Timur, terlihat pula sejumlah perempuan massa aksi uang mengenakan topeng dengan motif bendera Turkistan Timur.

Bendera berwarna biru muda dengan gambar bulan bintang putih itu lekat dengan etnis Uighur di Xinjiang. Sejumlah aksi solidaritas untuk Uighur di berbagai belahan dunia menyertai bendera tersebut.

Bendera Rizieq dan Turkistan Timur Berkibar di Aksi UighurSejumlah massa melakukan aksi mengecam tindakan kekerasan pemerintah China terhadap muslim Uighur di kawasan Kedutaan Besar China, Jakarta, 27 Desember 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

[Gambas:Video CNN]

Aksi unjuk rasa ini diinisiasi oleh ormas Islam FPI. Aksi demonstrasi juga diikuti sejumlah ormas seperti PA 212, Bang Japar, dan GNPF Ulama. Aksi demonstrasi digelar merespons isu pelanggaran HAM oleh Pemerintah China terhadap Uighur di Xinjiang.

Berdasarkan pantauan, dalam Aksi Bela Uighur, sebagian massa menyanyikan lagu provokasi. Dari atas mobil komando, salah seorang orator meminta massa aksi untuk menyanyikan lagu "dua lima jigo" saat sampai di sekitar kedutaan.

"Dua lima, jigo. Dua lima, jigo. Jadi seratus. Rezim China?" kata orator melempar nyanyian ke massa aksi.

"Bego!" saut massa aksi kompak.

Rombongan yang baru datang itu pun langsung bergabung dengan massa aksi yang telah berkumpul setelah Salat Jumat. Sang orator juga menyemangati massa aksi yang telah datang lebih dulu.

Dia berkata agar massa aksi bersiap menemui Kedubes China. Mereka hendak langsung menyampaikan keberatan mereka atas perlakuan China kepada Uighur.

"Semua ormas Islam siapkan wakil-wakil. Mau ketemu Dubes China? Kita temui dia," tuturnya.

Sementara itu, sekitar pukul 15.22 WIB turun hujan deras disertai angin di sekitar wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, berdasarkan pantauan massa tetap bertahan di lokasi aksi.



(dhf/kid)