Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Setidaknya ada tiga menteri di jajaran kabinet Jokowi yang tiga bulan pertama ini kami nilai perlu dievaluasi," kata Kamrussamad di Jakarta, Selasa (31/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamrussamad juga menilai Mendagri Tito Karnavian telah memunculkan kontroversi soal Pilkada langsung yang dianggapnya mesti dievaluasi. Tito mengakui memang ingin mengevaluasi pilkada langsung yang membutuhkan anggaran besar.
Ihwal Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamrussamad menganggap perlu ada evaluasi terkait kasus Jiwasraya. Perlu pula evaluasi menteri lainnya yang berkepentingan dengan kasus Jiwasraya.
"Kemudian ketiga masalah Jiwasraya yang kementerian terkait, baik Kementerian Keuangan dan lainnya," ujar Kamrussamad.
Di sisi lain, Kamrussamad mengapresiasi langkah Jokowi yang memberikan kesempatan kepada anak muda atau kalangan milenial sebagai staf khusus presiden. Jokowi juga memberikan kesempatan Nadiem Makarim menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
"Ini menjadi breakthrough (terobosan) bagi kaum muda Indonesia untuk mengambil peranan kepada masa-masa yang akan datang," tuturnya.