Cipto misalnya. Ia datang bersama enam anggota keluarganya dari Tegal, Jawa Tengah untuk merayakan malam penghujung tahun di Monas. Meski terus diguyur hujan, tak menyurutkan niat untuk merayakan Tahun Baru di Monas.
"Ya kan anak pengennya ke Monas. Tujuannya ya, ngehibur anak aja," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam gerimis yang masih mengguyur Monas hingga pukul 22.35, keluarga Cipto menggunakan tikar yang ia gunakan untuk berteduh. Berkali-kali ia bilang memilih Monas karena keinginan anak.
"Menyambut tahun baru. Maunya begitu anak. Kalo saya ikut anak aja. Sama cucu. Mau lihat acara tiga dimensi. Makanya nongkrongnya sebelah barat (Monas)," katanya.
Rencananya, keluarga Cipto akan kembali ke Tegal besok pagi. Di sana mereka beristirahat sebelum kembali ke kampung halaman.
Karyawan salah satu bank di Jakarta ini memilih Monas karena permintaan sang istri. Hakim dan istri ke Monas bersama kedua anaknya, bayi laki-laki (11 bulan) dan anak perempuannya (4 tahun).
"Setahun sekali," celetuk sang istri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/12).
Sambil berkeliling dalam sisa-sisa hujan yang masih turun hingga sekitar pukul 23.00, Hakim, istri, dan anak perempuannya mengenakan jas hujan plastik. Sementara anaknya yang masih berusia 11 bulan, berada dalam sebuah baby walker yang tertutup.
Rencananya, ia akan di Monas hingga pukul malam menjelang pergantian tahun. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hingga 15 menit menjelang berganti tahun 2020, sebagian orang masih tetap bertahan dalam hujan tanpa berteduh di area Monas. Sementara sisanya ada memilih untuk berteduh sambil jajan kuliner.
[Gambas:Video CNN] (thr/age)