Pernyataan itu disampaikan Dasco menjawab pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang meminta Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencontoh ketegasan sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait persoalan dengan China di Natuna.
Menurutnya, sikap Prabowo soal menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China sudah pas dan tidak harus ditunjukkan lewat pernyataan di media massa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan percuma kita ngomong keras-keras, gebrak meja tapi enggak ada action," imbuhnya.
"Kepada pada para teman-teman, terutama pengamat, menurut saya harus melihat posisi (Indonesia) dengan pas. Jamgan kemudian memberikan komentar atau pendapat yanh justru memperlemah semangat kebangsaan kota dalam rangka menegakan kedaulatan di wilayah kita sendiri," katanya.
Wakil Ketua DPR itu juga menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Retno agar masalah perairan Natuna diselesaikan melalui jalur diplomasi sudah cukup keras dan sudah pas.
Menurut dia hal yang yang harus dilakukan adalah komunikasi dan diplomasi yang intens untuk menyamakan persepsi terkait garis batas di perairan Natuna sehingga persoalan di wilayah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Sohibul Iman meminta meminta Prabowo dan Luhut mencontoh ketegasan sikap Retno soal menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China.
Beda dengan Prabowo yang menyebut permasalahan di perairan Natuna bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi Prabowo melihat China merupakan negara sahabat bagi Indonesia.
"Nggak usah jauh-jauh, ikuti saja seperti yang disampaikan Ibu Retno. Jelas. Ibu Retno message-nya jelas, diksi yang dipakai juga bagus. Jadi kalau diksinya 'dia sahabat', 'jangan dibesar-besarkan', itu nggak ada ketegasan sama sekali," kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (6/1). (mts/osc)