Gerindra Bela Prabowo Lembek soal Natuna: Percuma Gebrak Meja

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 12:48 WIB
Gerindra Bela Prabowo Lembek soal Natuna: Percuma Gebrak Meja Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membela sikap Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) yang dinilai lembek dalam merespons persoalan di perairan Natuna Utara. Menurut Dasco, percuma Prabowo hanya menggebrak-gebrak meja tanpa melakukan tindakan apapun terkait menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China.

Pernyataan itu disampaikan Dasco menjawab pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang meminta Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencontoh ketegasan sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait persoalan dengan China di Natuna.

Menurutnya, sikap Prabowo soal menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China sudah pas dan tidak harus ditunjukkan lewat pernyataan di media massa.


"Apakah mesti ucapan di media menunjukkan kinerja? Kan enggak juga. Kinerja seorang Menhan sudah dilakukan dengan pas menurut saya. Kemudian pelaksanaan di lapangan kemudian oleh TNI juga sudah dilakukan," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1).

"Kan percuma kita ngomong keras-keras, gebrak meja tapi enggak ada action," imbuhnya.

Dia membantah bahwa Prabowo menyikapi masalah perairan Natuna dari klaim China dengan lembek. Di sisi lain, Dasco meminta para pengamat agar melihat posisi Indonesia dalam kasus perairan Natuna dengan tepat.

"Kepada pada para teman-teman, terutama pengamat, menurut saya harus melihat posisi (Indonesia) dengan pas. Jamgan kemudian memberikan komentar atau pendapat yanh justru memperlemah semangat kebangsaan kota dalam rangka menegakan kedaulatan di wilayah kita sendiri," katanya.

Wakil Ketua DPR itu juga menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Retno agar masalah perairan Natuna diselesaikan melalui jalur diplomasi sudah cukup keras dan sudah pas.

Menurut dia hal yang yang harus dilakukan adalah komunikasi dan diplomasi yang intens untuk menyamakan persepsi terkait garis batas di perairan Natuna sehingga persoalan di wilayah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Sohibul Iman meminta meminta Prabowo dan Luhut mencontoh ketegasan sikap Retno soal menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China.

Presiden PKS itu menyatakan bahwa sikap Retno terhadap klaim nine dash line (klaim atas sembilan titik imaginer) pemerintah China di perairan Natuna sangat tegas. Pesannya pun sangat jelas.

Beda dengan Prabowo yang menyebut permasalahan di perairan Natuna bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi Prabowo melihat China merupakan negara sahabat bagi Indonesia.

"Nggak usah jauh-jauh, ikuti saja seperti yang disampaikan Ibu Retno. Jelas. Ibu Retno message-nya jelas, diksi yang dipakai juga bagus. Jadi kalau diksinya 'dia sahabat', 'jangan dibesar-besarkan', itu nggak ada ketegasan sama sekali," kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (6/1). (mts/osc)