Bupati Sidoarjo Terjaring OTT KPK: Aku Gak Eroh

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jan 2020 05:45 WIB
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku tidak tahu kenapa bisa terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK. KPK lakukan OTT di Sidoarjo. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Surabaya, CNN Indonesia -- Usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Selasa (7/1) malam, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah akhirnya dibawa keluar ruang pemeriksaan Subdit III Tipidkor Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (8/1) dini hari.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, sekitar pukul 04.30 WIB, Saiful yang mengenakan jaket hitam, peci, dan masker ini ditempel ketat oleh penyidik, untuk menaiki bus polisi.

"Halo halo halo, ada apa?," kata Saiful, kepada awak media. "Sehat. Nggak ada apa apa," sambungnya.

Saat ditanya terkait apa dirinya diperiksa, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo ini mengaku tak tahu apa-apa.

"Aku dewe nggak eroh kok (Saya sendiri tidak tahu kok)," ujarnya dengan santai.

Bahkan sesaat sebelum memasuki bus polisi, Bupati Sidoarjo dua periode ini sempat melambaikan tangan, dan menunjukkan gesture ke arah kamera para wartawan.

Selain Saiful, nampak pula sejumlah orang lain yang turut digelandang penyidik KPK menuju bus polisi. Beberapa diantaranya diketahui adalah ajudan bupati dan pihak swasta.

Selain itu ada pula Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono juga diamankan Penyidik KPK di Mapolda Jatim, namun tak lama ia kemudian dibawa keluar kembali.

[Gambas:Video CNN]
Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/1). Ini merupakan kali pertama kegiatan penindakan yang dilakukan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan salah seorang kepala daerah turut diamankan dalam operasi senyap tersebut.

"Benar, KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur," ujar Ali kepada wartawan, Selasa.

Ali berujar bahwa operasi tersebut berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa. Ia belum dapat berkomentar lebih jauh mengenai tangkap tangan ini sebab pihak-pihak yang diamankan masih dalam pemeriksaan awal. 

(frd/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER