KPK OTT Komisioner KPU di Jakarta

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jan 2020 17:56 WIB
KPK menangkap komisioner KPU RI dalam sebuah operasi tangkap tangan, Rabu (8/1). Penangkapan dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Ilustrasi. (CNN Indonesia /Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap komisioner KPU RI dalam sebuah operasi tangkap tangan di Jakarta, Rabu (8/1). Penangkapan ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Benar, KPU nasional. Ekspose digelar besok," kata Lili saat dihubungi.

Sementara itu Ketua KPK Firli Bahuri menyebut OTT hari ini terkait kasus suap.

"Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja," ujar Firli.

KPK belum menjelaskan Komisioner KPU yang ditangkap. Berikut kasus dan barang bukti dari hasil OTT.

Komisioner KPU periode 2017-2022 terdiri dari tujuh orang yakni Ketua KPU Arif Budiman dan enam anggota masing-masing Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, Viryan, Evi Novida Ginting Manik.

CNNIndonesia.com telah menghubungi semua komisoner KPU namun hanya enam komisioner yang menjawab. Mereka adalah Ketua KPU Arif Budiman, anggota KPU Pramono, Hasyim Asy'ari, Viryan, Ilham, dan Evi Novida. Mereka menyatakan tidak mengetahui soal OTT ini.

"Saya belum tahu mas, saya cek dulu ya," kata Arief.

"Saya di kantor dari pagi. Saya belum dapat infornya," kata Pramono.

[Gambas:Video CNN]
Penangkapan Komisioner KPU jadi operasi tangkap tangan kedua yang dilakukan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri.

Sehari sebelumnya, Selasa (7/1), KPK juga menggelar OTT dan berhasil menangkap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan dua orang lain di Sidoarjo. Ketiganya langsung digelandang ke Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah itu KPK menerbangkan tiga orang itu ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(ryn/wis)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER