Anies Minta Peringatan Banjir Dilakukan Manual Door to Door

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 10:42 WIB
Anies Minta Peringatan Banjir Dilakukan Manual Door to Door Gubernur DKI Anies Baswedan. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal ada perubahan dalam sistem pemberitahuan dan peringatan mengenai banjir kepada warga di ibu kota. Anies mengungkapkan pemberitahuan banjir itu akan dilakukan manual dari pintu ke pintu.

Langkah ini dilakukan mengingat pada waktu banjir di awal tahun 2020 kemarin terjadi pada subuh hari. Saat itu pemberitahuan melalui pesan berantai antarwarga tidak efektif karena masih banyak yang tidur.

"Karena kenaikan permukaan air itu tidak melihat jam waktu pengalaman kemarin terjadi kenaikan permukaan air dini hari jam 2 jam 4 pagi," kata Anies di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1).


Anies menyebut sistem pemberitahuan manual ini akan melibatkan warga dan tokoh masyarakat. Sehingga warga bisa diberitahu secara lisan dan tidak melalui telefon genggam seperti saat banjir yang kemarin.

"Pada tokoh masyarakat RT RW susah mengabarkan kepada warganya melalui WA, komunikasi telepon, sementara orang sedang tidur. Kemudian begitu juga kelurahan. Karena itulah kenapa diinstruksikan turun langsung ke lapangan, doors to doors," kata Anies.

"Tujuannya kalau kejadiannya di malam hari apalagi dini hari masyarakat tidak akan cek telepon, jadi kalau pemberitahuan telepon nggak efektif. Itulah sebabnya kita lakukan di tempat yang punya resiko," lanjut Anies.

Dari sisi Pemprov, Anies juga menginstruksikan jajarannya, terutama di tingkat kelurahan untuk membuat posko. Posko dibuka sebagai tempat informasi kebutuhan warga menghadapi cuaca ektrem di ibu kota.

"Petugas di jajaran Pemprov khususnya di level kelurahan sekarang kita siapkan posko di kantor lurah. Dalam posko itu ada unsur pemerintah dan ada unsur masyarkat," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

[Gambas:Video CNN]
Adapun pembukaan posko serupa dilakukan di kawasan permukiman yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Petugas disiapsiagakan untuk merespon sedekat mungkin kepada masyarakat jika air telah naik.

"Lalu di daerah aliran sungai respon posko petugas untuk merespon cepat apabila pintu air menunjukan tanda kenaikan permukaan air. Sehingga warga di kampung sekitar daerah aliran sungai bisa disiagakan," tutup Anies.

Sebelumnya, Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi di Jakarta dalam sepekan ke depan.

Bahkan hujan diprediksi masih akan turun hingga bulan Februari mendatang. Kondisi itu tentu berpotensi mengakibatkan banjir. (ctr/osc)