Dicecar Kasus Suap KPU, Politikus PDIP Lari dari Wartawan

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 15:21 WIB
Dicecar Kasus Suap KPU, Politikus PDIP Lari dari Wartawan Ilustrasi PDIP. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI-Perjuangan sekaligus anggota DPR Fraksi PDI-P Riezky Aprilia mengaku tak paham seputar kasus dugaan korupsi terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Saya enggak tahu apa-apa. Saya baru pulang reses. Makanya bukan enggak mau nanggepin wartawan. Saya enggak ngerti apa-apa," kata dia, di arena Rakernas PDIP, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1).

Riezky sendiri masuk ke DPR sebagai caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan I pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Kasus suap yang melibatkan Wahyu berupaya menjegal Riezky dan menggantikannya dengan caleg dengan nomor urut di bawahnya, Harun Masiku.


Hal itu terungkap usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wahyu Setiawan kemarin.

Meski demikian, Riezky menyakini PDIP akan bertindak profesional dalam mengambil keputusan. Ia sendiri menyatakan akan patuh terhadap aturan yang diputuskan partai.

[Gambas:Video CNN]

"Dan saya prinsipnya saya ikut perintah partai," kata dia, yang merupakan anggota Komisi IV DPR.

Saat dicecar pertanyaan oleh pewarta lebih lanjut, Riezky enggan menanggapinya. Ia langsung berlari menjauhi para pewarta.

Wahyu Setiawan sebelumnya diamankan dalam operasi tangkap tangan. Total ada delapan orang yang diamankan KPK lewat operasi dua hari, 8 dan 9 Januari 2020.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menuturkan Wahyu diduga menerima hadiah terkait penetapan anggota DPR terpilih 2024 dari fraksi PDIP. Harun Masiku sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diimbau untuk menyerahkan diri.

(rzr/arh)