Ngabalin Ingatkan Fadli Zon Agar Hati-hati Komentari Natuna

CNN Indonesia | Minggu, 12/01/2020 14:34 WIB
Ngabalin Ingatkan Fadli Zon Agar Hati-hati Komentari Natuna Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan agar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon berhati-hati saat memberi komentar yang berkaitan dengan Natuna dan Pemerintah.

Menurut Ngabalin, jika Fadli terus menerus melakukan manuver serangan ke pemerintah maka ia akan semakin terlihat tak berwibawa sebagai anggota DPR dari Fraksi Gerindra.

"Karena Gerindra dan Ketua Umum dan Mas Edhy Prabowo itu sudah ada di pemerintahan," kata Ngabalin di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (12/1).


Dia pun meminta agar Fadli menggunakan otak dengan berpikir rasional saat akan menyampaikan pendapat. Mengingat partai yang menaunginya pun saat ini ada di pemerintahan bersama Jokowi dan mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan Natuna.
"Pakai narasi dan isi yang terhormat supaya benar-benar terhormat," katanya.

Pernyataan yang diungkapkan oleh Fadli yang kemudian dipermasalahkan oleh Ngabalin adalah soal wibawa presiden di kawasan perairan Natuan. Pernyataan itu dikatakan Fadli pada Rabu (8/1) di Kompleks Senayan, Jakarta.

"Kunjungan seorang presiden ke wilayah yang dianggap merupakan wilayah yang disengketakan harusnya mempunyai dampak luas, yang besar, dan harusnya berwibawa," kata Fadli saat itu.

"Ya kita lihat nanti dampaknya beberapa waktu ke depan, kalau ternyata masih ada kapal-kapal yang terus melintas batas tidak pada tempatnya, secara ilegal, berarti kunjungan itu kan dianggap tidak ada oleh mereka," ujar dia.
Menurut Ngabalin, kehadiran presiden di kawasan Natuna telah menunjukan wibawa dan kehadiran pemerintah dalam persoalan sengketa China dan Indonesia di perairan Natuna. Lagi pula tak semua persoalan harus diselesaikan dengan perang atau sengketa berkepanjangan.

"Jadi saya mau bilang gini, tidak ada semua urusan negara menyelesaikan harus dengan perang, orang berwibawa tidaknya itu kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," katanya.

"Karena itu lah maka saya ingin bilang kepada anggota yang terhormat Bapak Fadli Zon, saya mau bilang bahwa kehadiran Bapak Presiden di situ adalah memberikan pesan terhadap rakyat yang dipimpinnya dan wilayah yang menjadi wilayah kedaulatan RI atas apa yang sedang dilakukan manuver oleh Tiongkok," jelasnya.

[Gambas:Video CNN] (tst/rea)