Sebelum ke Abu Dhabi, Presiden Tinjau Helikopter Caracal

eks, CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 02:53 WIB
Sebelum ke Abu Dhabi, Presiden Tinjau Helikopter Caracal Sebelum bertolak ke Abu Dhabi, Presiden Joko Widodo sempt meninjau helikopter Caracal yang akan digunakan sebagai helikopter alternatif kepresidenan (dok. Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo sempat meninjau helikopter Caracas milik TNI Angkatan Udara. Hal ini dilakukan Jokowi sesaat sebelum lepas landas menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (12/1).

Helikopter berjenis EC-725 AP/Caracal tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan kepresidenan. Helikopter tersebut untuk sementara akan menggantikan helikopter Super Puma TNI-AU yang biasa digunakan oleh Presiden dalam kegiatan kepresidenan.

"Sebentar lagi heli kepresidenan akan masuk perawatan sehingga kita harus mencarikan heli alternatif untuk dukungan VVIP," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Menurut Hadi, Presiden meninjau keamanan dan kenyamanan heli alternatif tersebut. Saat melakukan tinjauan menurut Hadi tak perlu ada perombakan interior. Sebab, heli ini hanya akan jadi alternatif jika heli utama masuk perawatan


"Beliau menyampaikan bahwa untuk interiornya seperti ini saja seandainya digunakan oleh Presiden," tuturnya.

Helikopter Caracal merupakan helikopter angkut sedang serbaguna buatan Airbus Helicopters Prancis. Helikopter tersebut memiliki panjang 19,5 meter dan mampu memuat 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap.
[Gambas:Video CNN]
Helikopter yang bisa diawaki hingga 6 orang tersebut memiliki kecepatan naik 1.670 kaki/menit dengan kecepatan maksimum 175 knots atau setara 324 km/jam dan kecepatan jelajah 152 knots atau 281,5 km/jam. Helikopter Caracal mampu terbang dengan ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nautical mile.

Usai melakukan tinjauan Presiden lantas menempuh penerbangan selama kurang lebih 8 jam ke Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA). Penerbangan dilakukan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Presiden dan rombongan tiba di Terminal Kepresidenan Bandara Internasional Abu Dhabi sekitar pukul 13.30 waktu setempat (WS) atau pukul 16.30 WIB.

Duta besar RI untuk PEA Husin Bagis tampak menjemput Presiden di atas tangga pesawat. Sementara di bawah tangga pesawat, Presiden disambut oleh Menteri Energi dan Industri Persatuan Emirat Arab, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei dan Atase Pertahanan RI Riyadh, Brigjen TNI Erlangga Said Karim.

Agenda sore hari, Kepala Negara menghadiri upacara penyambutan oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan.

Rangkaian upacara penyambutan diisi beberapa agenda, antara lain pertemuan bilateral antara kedua negara, penandatanganan nota kesepahaman, hingga jamuan santap malam kenegaraan. (eks)