KPU Bersurat ke Jokowi soal Pengunduran Diri Wahyu Setiawan

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 16:38 WIB
KPU Bersurat ke Jokowi soal Pengunduran Diri Wahyu Setiawan Ketua KPU Arief Budiman. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo terkait pengunduran diri dan penetapan tersangka Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sudah kita kirimkan semua kepada Presiden," kata Ketua KPU Arief Budiman kepada awak media di kantornya, Jakarta, Senin (13/1).

Arief menuturkan pihaknya juga telah menginformasikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengenai surat tersebut.


Seperti diberitakan sebelumnya, setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka, Wahyu melalui keluarganya mengirimkan surat pengunduran diri sebagai komisioner ke KPU. Surat tersebut tertanggal 10 Januari 2020, bermaterai dan ditandatangani oleh Wahyu.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Posisi Wahyu sebagai komisioner KPU digantikan oleh I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Arief menyampaikan sesuai perundang-undangan, komisioner yang tak bisa menjalankan tugas akan diganti oleh orang yang berada di peringkat kedelapan saat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon komisioner KPU.

"Yang menggantikan nomor urut delapan, kalau tidak salah Pak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi," kata Arief saat jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/1).
Saat ini Wahyu telah ditahan penyidik KPK di rumah tahanan Guntur sejak Jumat (10/1) dini hari. Ia diduga menerima suap dari politikus PDI Perjuangan Harun Masiku yang saat ini masih buron. Dugaan suap terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

Kepada awak media, Wahyu mengakui kesalahannya. Ia lantas meminta maaf dan menyatakan persoalan hukum yang menjeratnya merupakan masalah pribadi.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan kepada seluruh jajaran KPU. Ini murni masalah pribadi saya dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK," ujarnya setelah diperiksa. (dhf/ain)