"Kita sudah komunikasi langsung dengan polda setempat untuk menganalisa senjata yang dijual ke sana. Kekhawatirannya kan untuk KKB untuk kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan, di kantornya, Senin (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menduga senjata api beserta amunisi yang beredar di wilayahnya berasal dari luar dan dalam negeri.
"Memang ada info-info bahwa bukan hanya dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri. Ada indikasi dari perbatasan itu juga masuk. Lalu dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong Papua Barat lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak," kata dia, di Timika, Senin (13/1) dikutip dari Antara.
Polda Papua, katanya, juga mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah senjata rakitan dari daerah Lumajang, Jawa Timur, sudah masuk ke wilayah Papua.
Kasus pembuatan senjata rakitan di wilayah Lumajang tersebut pernah diungkap oleh jajaran kepolisian di Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu.