Sampah Menumpuk, BPBD Jatim Bersihkan Sungai Buntung Sidoarjo

Pemprov Jawa Timur, CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 14:34 WIB
Sampah Menumpuk, BPBD Jatim Bersihkan Sungai Buntung Sidoarjo Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo (BPBD) Jawa Timur menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Relawan Penanggulangan Bencana (Trenggana) Satpol PP Jatim untuk mengecek adanya penumpukan sampah dan enceng gondok di Sungai Buntung Kabupaten Sidoarjo. (BPBD Jatim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo (BPBD) Jawa Timur menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Relawan Penanggulangan Bencana (Trenggana) Satpol PP Jatim untuk mengecek penumpukan sampah dan enceng gondok di Sungai Buntung Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Diskominfo Jatim Benny Sampir Wanto mengatakan pengecekan itu dilakukan berdasarkan laporan bahwa terdapat banyak sampah menyumbat dan menghalangi aliran air sungai sampai ke laut.

"Terdapat tiga lokasi penumpukan sampah dan enceng gondok, yakni di Sungai Sinir dan Sungai Buntung yang menyumbat bagian hilir kedua sungai tersebut. Sementara di bagian tengah sungai, normal tidak ada tumpukan," ujar Benny, Sabtu (18/1).


Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono, bersama Dinas PU SDA, Dinas Lingkungan Hidup Jatim, serta BBWS Brantas, BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo langsung membersihkan sungai.

Rencananya, Senin ini (20/1) akan dipasang spanduk imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan dilakukan pembersihan menggunakan alat berat. Kemudian, boks sampah akan ditempatkan di sepanjang sungai agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sungai.

Sebagai informasi, banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Sidoarjo pada musim hujan ini salah satunya disebabkan oleh overcapacity pada saluran pembuangan Sungai Buntung.

Curah hujan tinggi ditambah pasang surut maksimum air laut atau rob membuat aliran air lari ke Sungai Buntung. Hal ini menyebabkan Sungai Buntung tidak mampu mengalirkan air ke laut dengan lancar sehingga timbul genangan.

Pemkab Sidoarjo telah melakukan upaya untuk mengatasi genangan banjir dan mengoperasikan dam dengan maksimal. Bahkan air untuk irigasi tidak diberikan atau berada di posisi nol sehingga tidak ada buangan air dari sawah ke Sungai Buntung. Sebanyak 30 pompa yang tersebar di seluruh wilayah Sidoarjo juga sudah dioperasikan.

Namun, kesemuanya dirasakan tidak optimal jika masyarakat tetap membuang sampah di sungai serta kurang peduli terhadap lingkungan. Untuk itu, partisipasi seluruh masyarakat Sidoarjo dalam menjaga sungai menjadi menjadi kunci agar meminimalisasi potensi banjir. (fef)