Yasonna soal Polemik Harun Masiku: Itu Dirjen Imigrasi

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 20:22 WIB
Yasonna soal Polemik Harun Masiku: Itu Dirjen Imigrasi Menkumham Yasonna Laoly. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Loaly menolak memberi keterangan terkait Harun Masiku, tersangka kasus dugaan penetapan PAW Anggota DPR 2019-2024. Hingga kini keberadaan eks politikus PDIP itu masih simpang siur.

Mengenai Harun tersebut, Yasonna yang juga kader PDIP ini justru melemparnya ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham.

"Oh itu, Dirjen Imigrasi," kata Yasonna singkat usai melakukan konferensi pers terkait masalah Tanjung Priok, di Kantor Ditjen Imigrasi, Rabu (22/1).


Konferensi pers yang digelar Yasonna sendiri berjalan singkat, kurang dari 10 menit dan berlangsung satu arah. Tidak ada sesi tanya jawab dalam konferensi pers ini.

Yasonna buru-buru meninggalkan wartawan dan hanya menjawab singkat terkait Harun. Dia juga tak menggubris cecaran awak media yang mengejar dan tetap menanyakan soal Harun. Dia terus melangkahkan kakinya dan ke luar dari ruangan tempat konferensi pers.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham diketahui memberi informasi berbeda terkait keberadaan Harun. Ditjen Imigrasi sebelumnya menyebut Harun sudah berada di Singapura pada 6 Januari 2020, atau dua hari sebelum KPK melakukan OTT.

[Gambas:Video CNN]
Namun, pada Rabu (22/1), Dirjen Imigrasi Ronny Sompie justru menyebut, Harun telah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020, atau sehari sebelum KPK menangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan dua orang lain.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM [Harun Masiku] telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," kata Ronny saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis.

Dalam kasus dugaan suap penetapan PAW Anggota DPR 2019-2024, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni eks Politikus PDIP Harun Masiku; eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan; eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina; dan pihak swasta bernama Saeful.

Penetapan tersangka itu hasil pengembangan OTT yang dilakukan lembaga antirasuah. Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap tangan Wahyu, Agustiani, Saeful, dan beberapa orang lainnya. Sementara Harun tak berhasil diciduk karena disebut-sebut berada di luar negeri.

Harun diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota legislatif menggantikan kader lain dari PDIP, Nazaruddin Kiemas, yang meninggal dunia. Sementara Harun tidak memenuhi syarat untuk menjadi pengganti Nazaruddin sebagaimana ketentuan yang berlaku. (yoa/osc)