Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan level diplomasinya, karena insiden kapal asing milik China melanggar ZEE sudah terjadi berulang kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting posisi tawar kita sebagai sebuah bangsa berdaulat lebih dipandang oleh negara lain," ujar Riefky.
Terkait penguatan TNI dan Bakamla di perairan Natuna, Riefky meminta dilakukan pembangunan kekuatan TNI di sana. Bahkan, penguatan juga perlu dilakukan di wilayah perbatasan lain seperti Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1, ALKI 2, serta ALKI 3.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan Indonesia menegaskan posisinya sudah jelas dan diakui hukum internasional terkait perairan Natuna sehingga tidak perlu bernegosiasi lagi dengan China terkait kisruh ini.
[Gambas:Video CNN]
Natuna masih menjadi sorotan terutama setelah puluhan kapal China yang dikawal coast guard Negeri Tirai bambu menerobos masuk dan mengambil ikan di wilayah ZEE Indonesia sejak Desember lalu.
Meski TNI dan Bakamla RI telah melakukan pengusiran, kapal-kapal ikan China itu dikabarkan sempat kembali memasuki wilayah ZEE Indonesia di Natuna. Meski Indonesia telah melayangkan nota protes, China menegaskan memiliki hak historis di perairan yang dianggap mereka masuk wilayah Laut China Selatan.