Terbang ke Makassar, Firli KPK Masih Belum Tahu di Mana Harun

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 16:53 WIB
Terbang ke Makassar, Firli KPK Masih Belum Tahu di Mana Harun Ketua KPK Firli Bahuri mengunjungi Sulawesi Selatan, tetapi bukan untuk ikut mencari keberadaan Harun Masiku (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Makassar, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyangkal kedatangannya ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk ikut menangkap kader PDIP yang kini buronan, Harun Masiku.

Dia mengaku belum mendapat informasi pasti ihwal keberadaan Harun meski ada kabar tersangka KPK tersebut berkeliaran di Sulawesi Selatan.

"Sampai hari ini belum ada informasi itu. Kalau sudah tahu tempatnya, pasti akan kita datangi dan kita tangkap," ujar Firli Bahuri di lounge kantor gubernur Sulsel, Kamis, (23/1).


Firli datang ke Makassar untuk menjadi pembicara mengenai pencegahan korupsi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Diikuti ratusan bupati, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), unsur KPU, Bawaslu serta petinggi lembaga lainnya.

Tidak ada yang baru dari ucapan Firli tentang progres hukum terhadap Harun Masiku. Dia masih mengatakan hal yang sama sejak beberapa hari terakhir, yaitu KPK akan mengejar Harun hingga tertangkap.

"Dan saya juga imbau kepada seluruh masyarakat, yang tahu tentang keberadaan saudara tersangka, agar segera memberitahukan," kata Firli.

"Dan lebih khusus lagi kepada tersangka, supaya segera menyerahkan diri karena kapan pun dan di manapun dia, pasti akan dicari dan ditangkap," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo juga tidak menjawab tegas saat ditanyai kebenaran kabar Harun berkeliaran di Sulsel.

Meski demikian, dia mengaku telah berkoordinasi intensif dengan Polres Toraja. Diketahui, kampung halaman Harun Masiku berada di Kabupaten Toraja.

"Dengan adanya Informasi Tersangka berada di Toraja, Polda Sulsel turut mencari dan berkoordinasi dengan Polres Toraja. Tapi soal ada tidaknya, itu silent, tidak diinformasikan ke publik," ujar Ibrahim Tompo.

"Biasanya sebelum atau setelah penangkapan, ada progresnya dan progresnya itu silent, tidak akan diinformasikan ke publik," tambahnya.
(svh/bmw)