Nasabah BNI Kendari Korban Skimming Bertambah 123 Orang

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 19:23 WIB
Kepala Kantor BNI Cabang Kendari, Muzakkir, menyatakan skimming uang dari 123 nasabah tidak melibatkan orang dalam Bank BNI. Nasabah BNI Kendari korban skimming bertambah 123 orang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kendari, CNN Indonesia -- Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari yang menjadi korban skimming terus bertambah. Hingga Kamis (23/1), ada 123 orang yang melaporkan uangnya telah didebet secara misterius.

Kepala Kantor BNI Cabang Kendari, Muzakkir, menyebut dari 123 orang itu, tersisa sembilan orang yang belum dikembalikan uangnya.

"Sekarang dalam berproses terus. Sembilan kemarin sudah melapor segera kita selesaikan hari ini," tuturnya.


Ia menyebut, BNI akan mengganti uang nasabah yang hilang akibat skimming. Hingga saat ini, tercatat sudah Rp550 juta dikeluarkan bank untuk mengganti uang nasabah.

Menurutnya, skimming ini murni kriminal dari pihak yang tak bertanggung jawab. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui pasti pelaku yang telah menguras uang nasabah.

"Tidak ada keterlibatan orang dalam," ujar Muzakkir.

Ia menuturkan upaya pelaporan ke kepolisian atas kerugian yang ditimbulkan sudah menjadi kewenangan BNI pusat.

Pencurian uang lewat skimming ini juga dialami oleh dua nasabah Bank Centeral Asia (BCA). Keduanya mengetahui jadi korban kejahatan setelah melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) BNI. Meski demikian, BCA merahasiakan kerugian nasabahnya.

Kepala Bidang Layanan BCA Cabang Kendari Aryuni menyebut, uang nasabah yang jadi korban skimming sudah diganti.

"Kita proses kantor pusat dan akan koordinasi dengan pihak berwenang yang menggantinya. Tapi sudah diganti kemarin," bebernya.

Ia menyebut, ATM BCA sudah dipasangkan antiskimming. Selain itu, nasabahnya telah diimbau untuk mengganti ATM menggunakan chip, bukan lagi menggunakan magnetik.

Di tempat terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra M Fredly Nasution menyebut, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari BNI bahwa bank telah melakukan pengecekan secara rutin di ATM.

"Cuma barangkali memang sudah kebaca juga, diantara waktu itu ada yang manfaatkan. Tadi BNI berkomitmen mengecek secara rutin mesin ATM-nya. Bukan hanya BNI, semua bank untuk lebih meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Berdasarkan keterangan beberapa korban, rekening mereka dijebol usai melakukan transaksi di ATM depan Hotel Putri Wisata Jalan MT Haryono Kelurahan Wowawanggu Kecamatan Wuawua Kota Kendari.

CNNIndonesia.com mencoba mengecek ATM tersebut yang kebetulan berhadapan dengan kantor BCA Cabang Kendari. Salah satu nasabah, Rizal mengaku, tidak bisa bertransaksi di ATM tersebut.

"Sudah tidak bisa digunakan. Sepertinya harus cari ATM lain," ujarnya.

Ia mengaku baru mengetahui dari awak media jika ATM di depan Hotel Putri Wisata itu jadi tempat transaksi korban skimming. (pnd/wis)