Belah Bukit dan Flying Fox buat Desa Terisolasi Longsor Bogor

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 01:59 WIB
Belah Bukit dan Flying Fox buat Desa Terisolasi Longsor Bogor Foto areal kondisi Desa Adat Urug pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, 10 Januari 2020. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Bogor dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menyambungkan kembali akses desa Cileuksa, Sukajaya yang sempat terisolasi akibat longsor dengan cara membelah dua bukit untuk jalan utama.

"Saya sempat ditelepon Pak Menteri PUPR, beliau menyampaikan kesulitan untuk membuka akses jalan yang terputus kecuali dengan membuka jalan baru supaya mempermudah akses, karena jalan yang lama amblas. Intinya, kita akan selesaikan permasalahan infrastrukturnya secara bertahap," ujar Bupati Bogor, Ade Yasin di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/1) seperti dilansir Antara.

Dua bukit berhutan yang dibelah untuk jalan utama itu berada di jalan penghubung antara Desa Pasir Madang dengan Desa Cileuksa. Panjang jalur tersebut sekitar 5,6 kilometer, tanpa ada permukiman karena di kanan-kirinya berupa tebing dan jurang.


Jalur baru di atas dua bukit itu memiliki lebar sekitar 8 meter. Jalan pada bukit pertama panjangnya sekitar 700 meter, sedangkan jalan pada bukit kedua memiliki panjang hampir 2 kilometer.

Akses baru menuju Desa Cileuksa ini dapat dimanfaatkan untuk pendistribusian logistik sehingga tak perlu lagi repot mengangkutnya dengan helikopter ataupun motor trail yang bermuatan relatif tak banyak.

"Penyaluran logistik sekarang lewat jalur darat. Tapi kalau ada hambatan, helikopter siap diperbantukan lagi untuk mengangkut logistik," kata Ade Yasin.

Sementara itu, Komandan Korem 061/Suryakancana sekaligus Penanggung Jawab Tim Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Bogor, Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan bahwa sampai hari ini jalan di dua bukit itu masih pada tahap pengerasan tanah.

"Kita monitor terus kendaraan yang lalu-lalang, supaya (jalannya) tidak rusak. Karena masih proses pengerasan. Mudah-mudahan cuaca terus bersahabat sama kita," tuturnya.

Belah Bukit dan Flying Fox buat Desa Terisolasi Longsor BogorCT Arsa Foundation menyalurkan bantuan penerangan untuk korban tanah longsor di Dusun Cibarani, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. (Dok. General Manager CT Arsa Foundation Gatut Mukti Wirawan)
Flying Fox Logistik

Sementara itu, penyaluran logistik menuju tiga kampung di Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor Jawa Barat, terpaksa dilakukan dengan menggunakan sistem katrol atau flying fox.

"Pekan kedua setelah bencana, distribusi dilakukan dengan flying fox, sebelumnya menggunakan helikopter ketika jalan utamanya masih belum bisa diakses," ujar anggota Kodim 0621 yang bertugas sebagai TNI pendamping di Desa Cileuksa, Serka Alan Dahlan, Kamis.

Flying fox itu membentang di antara dua bukit yang akses jalannya terputus karena jembatan penghubung antara Kampung Cileuksa Desa dengan Kampung Ciparempeng terbawa arus Sungai Ciberang saat terjadi longsor besar.

Alan mengatakan, flying fox tersebut dibuat dan dioperasionalkan kelompok relawan. Dengan menggunakan flying fox, memangkas waktu pendistribusian logistik jalur darat. Pasalnya, akses jalan kaki untuk menyeberang sungai Ciberang membutuhkan waktu sekitar dua jam, belum lagi medannya seperti jalur pendakian gunung.

Setelah diturunkan dari flying fox di bukit Kampung Ciparempeng, logistik kembali diangkut menggunakan sepeda motor, waktu tempuhnya hampir setengah jam untuk sampai ke permukiman.

[Gambas:Video CNN]
Sedangkan akses ke dua kampung lainnya yakni Kampung Cijairin dan Kampung Ciear lebih jauh lagi melewati Kampung Ciparempeng, Desa Cileuksa.

"Masih perlu menempuh waktu sekitar setengah jam ke Kampung Cijairin kalau menggunakan sepeda motor, dan sekitar setengah jam lagi untuk ke Kampung Ciear, kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten," kata Alan.

Desa Cileuksa merupakan desa yang paling lama terisolasi di Sukajaya Kabupaten Bogor, pascabencana longsor besar-besaran yang terjadi pada Rabu (1/1). Kondisi itu disebabkan letak Desa Cileuksa berada di ujung, berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten.

Dari ratusan titik longsor di jalan-jalan utama Kecamatan Sukajaya, longsoran paling masif terjadi di akses jalan menuju Cileuksa. Dari panjang jalannya yang sekitar 5,6 kilometer, hampir di setiap kanan-kirinya terdapat tanah bekas longsoran.

(Antara/kid)