Cerita Tim CT Arsa Foundation Tembus Jalur 'Neraka' di Bogor

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 18:09 WIB
Cerita Tim CT Arsa Foundation Tembus Jalur 'Neraka' di Bogor Tim CT Arsa Foundation harus menembus jalur ekstrem untuk mengantarkan bantuan kepada korban longsor dan banjir di Bogor. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langit Sukajaya, Kabupaten Bogor, dirundung awan hujan saat tim CT Arsa Foundation mengantar bantuan untuk korban tanah longsor sore itu. Lembaga nirlaba itu punya satu misi: mengantarkan logistik ke Desa Cibarani yang terisolasi usai longsor awal tahun.

Hujan rintik mengiringi perjalanan dua puluh relawan. Mereka memacu langkah, menjejak jalan berlumpur setebal 20 cm. Tak ada pemandangan indah, hanya tebing dan jurang di kanan dan kiri.

Jalan menuju Desa Cibarani sebenarnya tak terlalu jauh, hanya 5 kilometer dari posko induk CT Arsa Foundation di Desa Pasir Madang. Namun longsor membuat desa itu hanya bisa ditembus dengan berjalan kaki.



"Medannya cukup (berat), biasanya kita di bencana ini lokasinya jalan itu masih bisa tembus. Tapi ini jalurnya ekstrem, kita harus berjalan empat jam," kata Anggota Tim CT Arsa Foundation Ricky Marcos di tengah perjalanan.

Tim CT Arsa Foundation membawa bantuan, seperti beras, air bersih, sembako, dan obat-obatan. Bantuan seberat 80 kilogram itu dibalut karung dan dipikul empat orang relawan.

Tak ada jalur yang menyenangkan selama perjalanan. Relawan-relawan itu melintasi jalan setapak, menaiki bukit, menuruni lembah. Terjatuh ke kubangan lumpur jadi hal rutin yang mereka alami.

Usai tiga jam perjalanan, tim mencapai titik sasaran. Matahari telah terbenam saat tim menginjakkan kaki di Desa Cibarani.

Senyuman warga yang menanti bantuan menyambut kedatangan para relawan. Mereka pun ikut membopong bantuan.

Lelah tim terobati saat ikan asin dan sambal terasi terhidang di hadapan mereka. Makan malam jadi cara warga Cibarani menghaturkan terima kasih.

"Mangga, Pak, Bu," ucap seorang warga.

[Gambas:Video CNN]

Tim menyempatkan waktu untuk rehat sejenak. Santap malam pun dilakukan meski minim penerangan. Mereka mengisi tenaga sebelum menempuh perjalanan tiga jam kembali ke posko induk.

Usai mengisi perut, tim CT Arsa Foundation kembali menjejaki medan terjal. Kali ini, tak ada cahaya sepanjang jalan.

Meski perjalanan berat, tim akan kembali ke titik yang sama. CT Arsa Foundation akan membantu korban longsor di Sukajaya hingga akses kembali normal.

"Kita akan lima-enam kali menyalurkan bantuan ini. Sekalian mengajak warga jemput bola mengambil bantuan," tutur Marcos.

Cerita Tim CT Arsa Foundation Tembus Jalur 'Neraka' di BogorTim CT Arsa menembus jalur untuk mengantarkan bantuan. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
(dhf/asa)