5 Provinsi Siaga Banjir, Sawah di Aceh Besar Masih Kekeringan

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 10:23 WIB
5 Provinsi Siaga Banjir, Sawah di Aceh Besar Masih Kekeringan Ilustrasi siaga banjir. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan status potensi banjir berdasarkan prakiraan berbasis dampak hujan lebat.

"Berdasarkan prakiraan berbasis dampak hujan lebat, status siaga potensi banjir/genangan (24-25 Januari 2020), perlu diwaspadai di wilayah DKI Jakarta (SIAGA), Jawa Barat (SIAGA), Jawa Tengah (SIAGA), Sulawesi Tengah (SIAGA), dan Sulawesi Barat (SIAGA)," demikian rilis BMKG, Jumat (24/1).

Oleh karena itu, BMKG memberikan imbauan kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari hujan lebat.


Dalam rilis yang diterbitkan pagi ini, BMKG menyatakan sirkulasi siklonik di sekitar Samudera Hindia selatan Lampung yang diprakirakan akan terbentuk pada 24-26 Januari 2020. Hal itulah yang menyebabkan pembentukan pola konvergensi dan terjadi belokan angin di wilayah Indonesia bagian barat.

"Selain itu, kondisi atmosfer Indonesia yang labil menyebabkan massa udara lembab dari lapisan bawah cukup mudah untuk terangkat ke atmosfer. Kedua faktor tersebut menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat," demikian rilis BMKG.

Adapun, provinsi yang diprakirakan akan diwarnai hujan lebat diiringi petir pada periode 24-26 Januari 2020 adalah: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep Bangka Belitung, dan Lampung.

Kemudian, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim. Selanjutnya adalah di Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulbar, Sulteng, Sulsel, dan Papua.

2.490 Hektare di Aceh Besar Dilanda Kekeringan

Sementara itu di Kabupaten Aceh Besar, hujan yang tak kunjung turun selama sebulan terakhir ditambah kerusakan irigasi membuat sekitar 2.490 hektare sawah, di wilayah Kabupaten Aceh Besar mengalami kekeringan. Walhasil, padi milik warga terancam gagal panen.

Untuk itu, ratusan warga Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar menggelar sholat Istisqa untuk meminta hujan segera turun, di lapangan bola Lonkali, Desa Siron, Kamis (23/1).

BMKG Rilis Status Lima Provinsi Siaga BanjirPetani di Aceh Besar mencabut tanaman padi yang gagal panen akibat kekeringan, Kamis (23/1). (CNN Indonesia/Dani)
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyebutkan, pihaknya sudah mengupayakan pompanisasi dan perbaikan terhadap aliran irigasi, untuk mengairi persawahan milik warga. Namun, karena debit air di waduk kurang, sehingga ribuan hektare sawah tidak mendapat aliran air.

"Ada sekitar 2.490 yang sudah diprediksi gagal panen," kata Mawardi usai menggelar salat istisqa.

[Gambas:Video CNN]
Pemkab Aceh Besar juga sedang mengupayakan agar areal persawahan di sana tidak gagal panen. Pembagian air yang ada, kata dia, akan segera dilakukan secara bertahap, jika dalam pekan ini hujan tak kunjung turun.

"Kalaupun gagal panen nanti, kita hitung berapa kerugian petani Insyaallah dari Pemkab akan menanggulanginya," ujar Mawardi.

Ia tak menampik, kekeringan ini juga disebabkan maraknya aktivitas ilegal logging di daerah tersebut. Penebangan liar itu, marak dilakukan di daerah Seulimum, Jantho, Lamteuba dan Lhoong.

Sehingga, jika memasuki musim kemarau, debit air berkurang dan terjadi kekeringan. Untuk itu ia berharap Pemerintah Aceh dan juga kepolisian lebih serius dalam menangani ilegal logging.

(kid,dnr/sur)