Moeldoko Angkat Suara soal Antisipasi Virus Corona China

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 14:00 WIB
Moeldoko Angkat Suara soal Antisipasi Virus Corona China Kepala KSP Moeldoko. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengklaim telah menyiapkan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, pemerintah menyiagakan deteksi alat berupa pemindai suhu tubuh di pintu masuk keluar bandara.

"Saya kemarin sudah tanya ke menkes apa langkah-langkah kita untuk langkah preventif jangka panjang. Sudah ada di pintu-pintu masuk itu, yang paling penting preventif," ujar Moeldoko di kantor KSP, Jakarta, Jumat (24/1).


Kendati demikian, Moeldoko menyebut pemerintah belum mengeluarkan peringatan atau travel warning bagi warga Indonesia yang akan ke China. Ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah preventif untuk mengantisipasi persebaran virus.

"Intinya kan semua dari kita masyarakat Indonesia bisa antisipasi dengan baik," katanya.

Sebelumnya Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso pada Jumat pagi dilaporkan mengisolasi satu pasien terduga terjangkit virus corona. Orang yang diduga alias suspect virus ini diketahui telah bepergian ke wilayah China dan pulang ke Indonesia pada Rabu (22/1).


Pihak rumah sakit mengatakan tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi suspect. Dibutuhkan waktu 2-3 hari sampai penelitian selesai.

Hingga saat ini, China mengonfirmasi 26 orang meninggal akibat virus corona dan yang terinfeksi mencapai 830 orang.

Pihak Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan sejumlah rumah sakit hingga kantor kesehatan di bandara dan pelabuhan. Ratusan set alat pelindung diri, masker N95, hingga health alert card juga disiapkan.

RSHS Bandung Siaga

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyatakan kesiapsiagaan menghadapi paparan novel virus Corona (nCoV). Diketahui, korban meninggal akibat virus yang mirip SARS ini di China menjadi 26 orang dengan jumlah orang terinfeksi sebanyak 830 orang.

Direktur Utama RSHS Bandung R. Nina Susana Dewi mengatakan menyampaikan kesiapsiagaan pihaknya atas kasus pneumonia dari Tiongkok itu yang disebabkan oleh virus Corona.

"Saat ini RSHS telah menyiapkan prasarana dan sarana, SDM, pelayanan dan urgensi," kata Nina di Bandung, Jumat (24/1).


Diungkapkan Nina, RSHS mempunyai ruang rawat inap khusus untuk merawat pasien infeksi khusus. Di antaranya, lima tempat isolasi, 33 ruangan infeksi umum, dan lima kamar infeksi IGD.

"Jadi, dari jalur manapun pasien masuk kami siap dengan screening-nya. Kemudian itu juga dilengkapi sesuai dengan standar untuk ruangan isolasi termasuk sarana barang habis pakai," ujarnya.

Nina menjelaskan, RSHS sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus rujukan infeksi sejak adanya infeksi flu burung, SARS, dan lainnya, memang selalu siap di dalam dengan kasus-kasus yang ramai di publik. (hyg/asa)