Jatim Nihil Corona, Khofifah Waspadai Penumpang dari China

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 10:54 WIB
Jatim Nihil Corona, Khofifah Waspadai Penumpang dari China Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut sejauh ini wilayahnya masih nihil indikasi Virus Corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut belum ada indikasi Virus Corona di wilayahnya hingga saat ini. Namun, pihaknya tetap bersiap untuk kemungkinan suspect, termasuk memantau penumpang dari China.

Hal itu ia tegaskan, usai melakukan pengawasan ketat dan juga pengendalian penyakit menyikapi adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan, yang meminta seluruh rumah sakit umum dan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus penyebab penyakit radang paru atau pneumonia.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada indikasi penyakit pneumonia akut akibat novel Corona Virus masuk ke wilayah Jawa Timur. Kita semua tetap waspada dan siap siaga," kata Khofifah, Jumat (24/1) pagi.


Ia mengatakan Pemprov Jatim sebelumnya telah menerima surat edaran Nomor: PM.04.02/III/43/2020 tanggal 5 Januari 2020 dari Kementerian Kesehatan RI melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS Umum Daerah dan Laboratorium tersebut, Khofifah mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Corona.

Jatim Nihil Corona, Khofifah Awasi Penumpang dari ChinaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
"Berdasarkan itu kami telah menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh sistem layanan kesehatan. Selain itu kami juga sudah menyiagakan Tim Gerak Cepat untuk Penyakit Menular yang dikoordinir Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur," ucap Khofifah.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan guna meningkatkan kewaspadaan khususnya pada pengawasan alat angkut, orang dan barang yang berasal dari China.

"Caranya dengan mengaktifkan thermal scanner selama 7 hari 24 jam di terminal kedatangan internasional di Terminal 2 Juanda," jelas Khofifah, yang juga mantan Menteri Sosial RI ini.

Bila dijumpai suhu di atas 38 derajat Celcius, disertai demam, batuk, sesak dan gejala pneomonia akut lainnya, pihaknya akan melakukan tindakan kekarantinaan.

Karantina yang dimaksud yaitu penanganan pneomonia sesuai SOP dan segera melakukan rujukan ke RSUD dr Soetomo dan dilakukan desinfeksi terhadap alat angkut (pesawat).

"Selain itu kita juga sudah menyiapkan blanko HAC (Health Alert Card). Kami memberikan HAC kepada seluruh penumpang dan crew pesawat dari Tiongkok. Melaporkan dan mencatat setiap kedatangan penumpang dan crew dari Tiongkok," kata Khofifah.

Hingga saat ini Dinkes Pemprov Jatim juga terus aktif memantau perkembangan kasus di dunia melalui website resmi: who.net/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports) dan infeksiemerging.kemenkes.go.id.

[Gambas:Video CNN]
Karenanya, Khofifah mengimbau kepada seluruh bupati dan wali kota agar meningkatkan kewaspadaan serta menyiagakan sistem pelayanan kesehatan di masing-masing wilayahnya.

"Serta yang terpenting juga memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, beraktivitas normal namun tetap waspada bila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit pneumonia mulai demam, batuk dan sesak napas. Terutama jika gejala itu timbul pada warga yang baru saja bepergian ke wilayah yang terjangkit penyakit tersebut," kata dia.

Selain itu Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit bila ada yang mengalami gejala pneumonia.


(frd/arh)