Kemenkes Bisa Isolasi Penumpang Satu Pesawat 'Suspect' Corona

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 16:42 WIB
Kemenkes Bisa Isolasi Penumpang Satu Pesawat 'Suspect' Corona Pencegahan virus Corona di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 22 Januari. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari China menjadi suspect virus corona dan dirawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada kemungkinan penumpang yang pernah satu pesawat dengan orang itu akan ikut dirawat di ruang isolasi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan langkah itu bisa dilakukan jika RSPI menetapkan suspect tersebut positif tertular virus corona.


"Kalau seluruh penumpang kan ada manifes. Dia punya HAC (health alert card) juga. Begitu misalnya, misalnya ya, ternyata ketemu (positif), maka seluruh penumpang kita lacak untuk kita isolasi," kata Yurianto saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (24/1).


Dia menyampaikan Kemenkes diberi wewenang mengetahui manifes penerbangan dari China usai wabah virus Corona di Wuhan, menyebar ke sejumlah negara. Mereka akan memanfaatkan manifes itu untuk mengawasi penyebaran virus corona.

Yurianto menjelaskan Kemenkes sudah menerapkan prosedur operasional standar khusus usai virus corona mewabah. Kemenkes meminta seluruh penerbangan dari China untuk memastikan kesehatan penumpang sebelum mendarat.

Jika ada penumpang yang sakit, maka pesawat diturunkan di jalur khusus. Kemudian petugas Kemenkes diterjunkan untuk langsung melakukan pengecekan kesehatan.

Apabila tak ada penumpang yang sakit, maka maskapai akan memberikan HAC. Kartu itu berisi keterangan data penerbangan sang penumpang.

[Gambas:Video CNN]

"Setelah itu kita berikan HAC, kita kasih tahu ke penumpang ini ada kartu silakan diisi. Nanti dalam waktu 14 hari kalau badannya panas segera datang ke fasilitas kesehatan manapun dengan kartu ini," tuturnya.

Sebelumnya, RSPI Sulianti Saroso merawat seorang pasien suspect corona. Suspect tersebut baru kembali ke Indonesia dari China pada Rabu (22/1).

Sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta, penumpang itu terdeteksi oleh pemindai panas atau thermal scanner memiliki panas di atas 38 derajat Celcius, kemudian mendapat Health Alert Card. (dhf/wis)