Imigrasi Telusuri Sebab Keberadaan Harun Masiku Tak Diketahui

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 22:56 WIB
Imigrasi Telusuri Sebab Keberadaan Harun Masiku Tak Diketahui Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny Sompie memberikan keterangan pers. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Imigrasi masih menelusuri mengapa kehadiran Harun Masiku di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (7/1) tak diketahui. Harun merupakan tersangka kasus suap proses Pergantian Antar-waktu (PAW) anggota DPR yang kini jadi buronan.

Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny F. Sompie mengatakan ada sejumlah data pada 7 Januari, saat Harun tiba dari Singapura tidak langsung terkirim dari komputer yang dipakai untuk melayani dan mengawasi perlintasan kedatangan di terminal 2F. Oleh karena itu, pihaknya masih mencari penyebab mengapa hal itu bisa terjadi.


"Maka kita langsung melakukan upaya menelusuri apa yang menjadi latar belakang dan juga penyebab apakah ini human error atau memang teknis dari peralatan yang dipasang di terminal 2F," kata Ronny di Gedung Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/1).


Ronny mengatakan Imigrasi tengah melakukan restrukturisasi sejumlah sistem di Terminal 2F sejak 2017 lalu. Sistem itu, kata Ronny, berkaitan dengan pemberian ijin secara langsung di bandara kepada tenaga kerja dan investor asing.

Oleh karenanya, restrukturisasi itu membuat petugas Imigrasi di bandara harus belajar dan menyesuaikannya terlebih dahulu.

"Hanya informasinya itu tidak langsung terkirim ke pusat data keimigrasian di sini. Sehingga kalau ditanya tentang data seperti tadi ya itu, kita tidak bisa secara real time mengetahui yang melintas di 2F," jelas Ronny.

Ronny juga menegaskan pihaknya tak menutup-nutupi keberadaan Harun Masiku dari publik. Ia mengatakan pihaknya terbuka menerima koreksi dan masukan soal keberadaan Harun.


Imigrasi Telusuri Penyebab Kehadiran Harun Tak DiketahuiHarun Masiku, tersangka kasus suap proses Pergantian Antar-waktu (PAW) anggota DPR yang kini jadi buronan. (Diolah dari KPU RI)
Soal informasi yang simpang siur oleh Kemenkumham dan Imigrasi, ia menampik bahwa hal itu menjadi dalih pihaknya menutupi kasus Harun.

"Bagaimana mencari HM itu agar penegakan hukumnya tuntas. Bukan mempersoalkan tentang bagaimana informasi ini diberikan kemudian dianggap menutupi," ujarnya.

"Di mana kita menutupi? Kalau kami diam, ah itu bisa jadi. Kami dari awal kan berusaha menjelaskan kepada media apa yang ditanya," ujarnya.

Keberadaan Harun sebelumnya sempat simpang siur oleh Imigrasi dan Menkumham, Yasonna Laoly.

Pada 13 Januari lalu, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang menyatakan Harun masiku terbang ke Singapura pada 6 Januari. Ditjen Imigrasi belum mengetahui Harun sudah pulang ke Indonesia atau belum.

Kemudian pada 16 Januari, Yasonna mengatakan Harun Masiku masih berada di luar negeri dan belum pulang ke Indonesia. Hal itu bertentangan dengan pemberitaan sejumlah media yang menyebut Harun sudah pulang sejak 7 Januari.

Hasilnya, benar bahwa Harun telah berada di Indonesia pada 7 Januari. Informasi itu juga telah disampaikan Ditjen Imigrasi melalui konferensi pers pada 22 Januari.


[Gambas:Video CNN] (thr/pmg)