Tebing Longsor di Sumedang, Dua Tewas Tertimbun

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 15:30 WIB
Longsor terjadi di area sawah di Sumedang dan menyeret empat orang ke dalam sungai, dan dua orang di antaranya ditemukan meninggal. Ilustrasi longsor. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
Bandung, CNN Indonesia -- Longsor terjadi di tebing Sungai Cipicung, Sumedang, Jawa Barat, akibat hujan. Kejadian itu membuat empat orang warga tertimbun longsor, dua orang di antaranya meninggal.

"Longsor menimpa empat orang warga yang sedang mencari air. Dua orang ditemukan selamat dilarikan ke RSUD Sumedang, dua orang meninggal meninggal dunia berhasil dievakuasi masyarakat setempat," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jawa Barat Budi Budiman Wahyu, dalam keterangannya, Senin (27/1).

Budi menjelaskan kejadian tanah longsor terjadi di tebing Sungai Cilipung, Desa Pasanggrahan Baru, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/1) pada pukul 16.30 WIB.


Identitas korban meninggal dunia yakni Elan (65) dan Apong (50). Keduanya warga Lingkungan Cilipung, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan. Sedangkan korban selamat yakni Uum (50) dan Dani (54).

"Kedua korban selamat masih dalam perawatan di RSUD Sumedang," ujar Budi.

[Gambas:Video CNN]
Sementara, terkait penanganan akibat longsor, BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang dan Kantor SAR Bandung.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi menambahkan empat korban itu tengah beraktivitas di lokasi kejadian yang merupakan tanah persawahan.

"Korban saat itu sedang mencari air bersih, menggembala ternak bebek dan sedang panen di sawah. Karena hujan mereka berteduh di saung sawah, tiba-tiba terjadi longsor dan menyeret saung sawah," katanya, dikutip dari Antara.

Akibatnya, mereka terseret bencana tanah longsor lalu terbawa arus sungai di Kelurahan Pasanggrahan Baru itu.

Yadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan bantuan berupa santunan.

"Untuk korban insya Allah ada santunan, untuk besarannya belum tahu," ucapnya.

(hyg/arh)