Mahfud MD: Indonesia Tak Butuh Bantuan AS Tangani Natuna

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 02:43 WIB
Mahfud MD menegaskan Indonesia tetap bekerja sama dengan AS di bidang lain, namun tidak untuk menangani konflik dengan China di perairan Natuna Utara. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan Indonesia tak membutuhkan bantuan dari negara lain termasuk Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik di perairan Natuna Utara yang sempat memanas dengan China belakangan ini.

Pernyataan ia sampaikan sebagai hasil pertemuan saat bertemu dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan Jr., beberapa waktu lalu.

Mahfud menyatakan pemerintah tak membutuhkan bantuan dari asing karena Indonesia sedang dalam kondisi tak berperang dengan China saat ini.


"Bahwa urusan Natuna Utara, Indonesia itu tidak perlu bantuan Anda [Amerika] karena kita tidak akan berperang dengan China dan tidak akan melakukan perundingan," kata Mahfud di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (28/1).

Lebih lanjut Mahfud menyatakan perairan Natuna Utara sudah final milik Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki hak terhadap Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di wilayah tersebut.

Mahfud menegaskan Indonesia tak akan mentolerir bila ada nelayan asing yang melakukan eksploitasi di wilayah ZEE Indonesia. Ia menyatakan aparat pasti akan mengusir kapal tersebut.

"Anda ndak boleh masuk. Kalau anda masuk, usir. Begitu bantuan Amerika perlu? Ndak perlu. Tapi di bidang lain perlu," kata Mahfud.

Meski demikian, Mahfud menegaskan keputusan itu bukan berarti Indonesia tak ingin bekerja sama dengan AS di berbagai aspek.

[Gambas:Video CNN]
Ia menegaskan bahwa Indonesia masih tetap ingin bekerja sama dengan pihak AS di berbagai aspek. Salah satunya adalah kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.

Menurutnya, aksi terorisme merupakan ancaman lintas negara dan kemanusiaan. Karena itu, butuh upaya kolaboratif dengan negara-negara lain untuk menanggulangi terorisme.

"Sehingga kita mau bekerjasama dengan Amerika, apa yang bisa anda kerjakan untuk kami dan apa yang bisa dikerjakan untuk anda untuk melawan terorisme," kata dia. (rzr/osc)