Kapsul Evakuasi Suspect Corona Disiagakan di Bandara Soetta

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 18:03 WIB
Kapsul Evakuasi Suspect Corona Disiagakan di Bandara Soetta Kapsul evakuasi atau isolation chamber digunakan Bandara Soetta untuk orang yang diduga mengalami gejala virus corona (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kapsul evakuasi atau isolation chamber khusus untuk penumpang yang mengalami gejala mirip virus novel corona (2019-nCov).

Satu kapsul evakuasi disiagakan di jalur kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sementara akan ada penambahan dua kapsul lagi dalam waktu dekat.

"Jika ada yang terduga atau yang kita curigai, dalam bahasa lainnya suspect , sebelum dirujuk ke rumah sakit, kita akan masukkan ke sebuah alat kapsul untuk transportasi ya, boleh disebut juga kapsul evakuasi," kata Kepala KKP Bandara Soetta, Anas Ma'aruf di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (28/1).


Kapsul yang dimaksud mirip tandu yang biasa dipakai membawa orang sakit. Bedanya, kapsul evakuasi dilengkapi tabung transparan yang dilengkapi saringan udara.

Ada empat lubang di kanan dan kiri kapsul lengkap dengan sarung tangan. Lubang itu berfungsi sebagai tempat perawat memberikan pertolongan tanpa sentuhan langsung ke orang yang diduga mengidap corona.

Kapsul juga dilengkapi dengan kemampuan tekanan negatif. Artinya, udara yang ada di dalam tidak mengalir ke luar. Namun udara dari luar tetap bisa masuk.
Kapsul Evakuasi Suspect Corona Disiagakan di Bandara SoettaKapsul evakuasi suspect corona disiagakan di Bandara Soetta. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)

"Aman di dalam dan tidak berisiko menularkan kepada orang lain. Dengan demikian, petugas kita yang mengantar orang yang bila ada diduga corona virus, juga akan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap," ucap Anas.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, hingga saat ini belum ada penumpang yang diduga terpapar virus novel corona. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta mempertebal pengawasan dengan mendirikan pos karantina kesehatan.

Penumpang asal China harus menjalani pemindaian suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan thermal gun. Kemudian mereka perlu mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card).

"Seluruh petugas dalam keadaan siap, tetapi tetap tenang, tetap melayani," ujar Anas.

Virus novel corona (2019-nCov) menjadi perhatian dunia. Virus yang disebut berasal dari Kota Wuhan, China itu telah menewaskan 106 orang.

Sejauh ini, 16 negara menyatakan telah terpapar virus corona. Di antaranya China Jepang Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Perancis, Australia, Kanada, Kamboja, Sri Lanka, dan Jerman.
(dhf/bmw)