Nadiem Sebut Bangunan Sekolah di Indonesia Rentan Roboh

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 22:59 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan kondisi bangunan sekolah di Indonesia mengkhawatirkan dan rawan roboh. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan kondisi bangunan sekolah di Indonesia mengkhawatirkan dan rawan roboh. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan kondisi struktur bangunan sekolah yang ada di Indonesia masuk dalam kondisi mengkhawatirkan dan rawan roboh. Hal tersebut disampaikannya saat rapat kerja (raker) di Komisi X DPR RI, Selasa (28/1).

"Sejak berbagai macam insiden yang saya kunjungi di beberapa sekolah, yang sudah jelas adalah kerentanan daripada struktur-struktur bangunan sekolah kita itu menurut kami suatu hal yang sangat mengkhawatirkan," kata dia saat melakukan paparan.


Menurut dia, selama ini, pihak sekolah saat melakukan penilaian bangunan sekolah, tidak mampu menunjukkan kondisi sebenarnya dari struktur bangunan sekolah.

"Apakah ada resiko (bangunan) roboh, dari situ kami diskusi dengan pakar, sehingga anggaran infrastruktur kami, sebesar Rp436 miliar untuk melakukan sensus keamanan semua bangunan SD, SMP, SMA, SMK, negeri dan swasta," ujar dia.

Ia mengatakan, untuk melakukan sensus keamanan bangunan sekolah, Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang punya keahlian teknis sipil, serta bekerja sama dengan Kementerian PUPR.

[Gambas:Video CNN]

"Dari total Rp843 miliar anggaran infrastruktur yang dimiliki Kemendikbud, untuk renovasi sekolah Rp170 miliar, unit sekolah baru atau bangun sekolah Rp237 miliar, dan sensus keamanan Rp436 miliar," jelas Nadiem

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, pihaknya mendukung adanya sensus keamanan tersebut, meskipun, memakan anggaran yang banyak.


"Data-data dari sensus tersebut akan bernilai untuk kemajuan pendidikan. Harapannya sebenarnya juga adanya ide-ide terobosan, terkait bentuk sekolahnya," ucap dia.


(yoa/ayp)