"Alhamdulillah pembangunan terowongan Nanjung yang menjadi bagian dari pengendalian banjir di cekungan Bandung sudah selesai," ujar Jokowi saat memberikan sambutan.
Selain pembangunan terowongan Nanjung, proyek pengendalian banjir di cekungan Bandung juga terdiri dari pembangunan kolam retensi, normalisasi di hulu sungai, pembangunan embung, dan pembangunan pathway di Cisangkuy. Pengerjaan proyek-proyek tersebut ditargetkan rampung tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini rampung, baru kita masuk ke hilir yang juga memerlukan perhatian. Ini pekerjaan besar yang satu persatu kita selesaikan sehingga sekali lagi kita harapkan dengan selesainya di akhir 2020 ini, ke depan banjir benar-benar bisa kita minimalisasi di kawasan Bandung," tuturnya.
Sementara itu Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pembangunan terowongan ini ibarat seperempat kekuatan pengendalian banjir. Nantinya proyek akan segera dilengkapi dengan pembangunan sodetan Cisangkuy.
"Kalau Oktober 2020 selesai, akan belokkan aliran jauhi Dayeuhkolot hampir 95 persen. Kedua, pembuatan danau retensi, melengkapi Cieunteung dan Gedebage," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Dalam peresmian itu hadir pula sejumlah menteri yakni Menteri PUPR Basuki Hadimuljobo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.
Terowongan Nanjung yang memiliki diameter 2×8 meter dan panjang 2×230 meter ini diklaim dapat meningkatkan kapasitas sungai Citarum, mempercepat aliran sungai Citarum pada saat banjir sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir dan sekitarnya. (psp/osc)