ITB Minta Warga Kampus Hindari Kontak dengan Suspect Corona

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 03:12 WIB
Mencegah penyebaran Virus Corona, ITB mengimbau lingkungan kampusnya untuk menghindari kontak dengan suspect Virus Corona. Ilustrasi ITB. (Dok. wikimedia)
Bandung, CNN Indonesia -- Institut Teknologi Bandung (ITB) mengeluarkan imbauan kepada warga kampus untuk tetap tenang menyikapi wabah global Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) dan menjauhi kontak dengan pihak yang diduga terjangkit virus ini.

"Institut Teknologi Bandung mengimbau kepada masyarakat kampus untuk sementara waktu ini membatasi interaksi dengan segala sesuatu yang memungkinkan terjadinya kontak dengan orang yang dicurigai terinfeksi Virus Corona tersebut," kata Sekretaris ITB Widjaja Martokusumo melalui pesan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/1).

Pihaknya menyebut pencegahan jadi solusi efektif mengingat belum ada vaksin virus tersebut.


"Sering mencuci tangan memakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, dan perbanyak sayuran," ujarnya.

Selain itu, Widjaja berharap sivitas akademika ITB berhati-hati saat melakukan kontak dengan hewan serta tetap berolahraga dan istirahat cukup.

"Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak. Lalu menjaga kebersihan lingkungan kampus termasuk ruangan. Jika mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan terdekat," ujar Widjaja.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengandalkan alat pendeteksi panas tubuh atau thermal detector di bandara untuk mencegah virus corona.

"Pintu-pintu masuk Jawa Barat sudah disiaga satukan. Minimal dengan 'pistol suhu'," tuturnya saat ditemui di Posyandu Cimahi Selatan, Jawa Barat, Rabu (29/1).

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut Ridwan mengatakan seluruh puskesmas dan rumah sakit dalam kondisi status Siaga I menghadapi kemungkinan penyebaran virus ini.

"Segera lebih proaktif melaporkan jika ada batuk-batuk gejala demam ya. Walaupun itu sifatnya suspect tetap kita harus waspada," tuturnya.

Semua RSUD utama di setiap kota di Jabar, kata dia, sudah dijadikan rumah sakit rujukan untuk menanggulangi corona.

Langkah ini, kata Ridwan, berkaca pada dua pasien yang diobservasi di RS Hasan Sadikin Bandung. Meskipun. belakangan keduanya dinyatakan negatif Virus Corona dari hasil pemeriksaan.

Sejauh ini, kata Ridwan, belum ada lagi warga Jabar temuan gejala serupa corona di wilayahnya. Namun begitu, dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada.

Diketahui, kasus Virus Corona diduga pertama kali menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Wabah ini sudah menyebar ke berbagai negara. Sejauh ini, pemerintah RI mengklaim belum ada yang terjangkit virus ini di Indonesia.

(hyg/fey/arh)